Selasa, 26 Juni 2007

Mengqadha Shalat dalam Hukum Haid

Kategori: Fiqh
Sumber: 52 Persoalan Sekitar Hukum Haid, Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin, Darul Haq


Pertanyaan:
Jika seorang wanita mengalami haid pada pukul 01.00 siang umpamanya dan dia belum mengerjakan shalat Zhuhur, apakah dia harus mengqadha' shalat Zhuhur itu setelah suci?





Jawaban:
Terdapat perbedaan-perbedaan di antara para ulama dalam masalah ini. ada yang berpendapat, dia tidak harus mengqadha' shalat itu karena dia tidak meremehkannya, juga tidak berdosa karena boleh baginya mengerjakan shalat sampai pada akhir waktunya. Ada lagi pendapat yang mengatakan, dia harus mengqadha' shalat itu berdasarkan keumuman sabda Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam:

"Barangsiapa mendapatkan satu raka'at dari shalat, maka ia telah mendapatkan shalat itu."

Dan sikap hati-hati ialah mengqadha' shalat itu karena hanya satu shalat saja dan tidak ada kesulitan dalam mengqadha'nya.

***

Pertanyaan:
Seorang wanita kedatangan haid setelah masuk waktu shalat, apakah wajib baginya mengqadha' shalat itu jika telah suci, demikian pula jika telah suci sebelum habis waktu shalat?

Jawaban:
Pertama. Jika wanita kedatangan haid setelah masuk waktu shalat wajib baginya, jika telah suci mengqadha' shalat pada waktu dia haid bila dia belum mengerjakannya sebelum datangnya haid. Berdasarkan sabda Rasulullah shalallhu 'alaihi wa sallam,

"Barangsiapa mendapatkan satu raka'at dari shalat, maka ia telah mendapatkan shalat itu."

Jadi, seandainya seorang wanita bisa mengerjakan sekedar satu raka'at dari waktu shalat kemudian dia kedatangan haid sebelum mengerjakannya, maka jika dia suci nanti, wajib mengqadha'-nya.

Kedua. Jika wanita itu suci dari haid sebelum habis waktu shalat, wajib baginya mengqadha' shalat tersebut. Seandainya dia suci pada saat sekedar satu raka'at sebelum terbit matahari maka wajib baginya mengqadha' shalat Subuh. Atau suci sebelum terbenam matahari sekedar satu raka'at, maka wajib baginya mengqadha' shalat Ashar. Atau suci sebelum tengah malam sekedar satu raka'at, wajib baginya mengqadha' shalat Isya'. namun kalau suci setelah tengah malam, tidak wajib baginya shalat Isya' tetapi dia berkewajiban shalat Subuh bila telah masuk waktunya.

Firman Allah:
"Kemudian apabila kami telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (seagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." [QA An-Nisaa': 103]

Berarti tidak boleh bagi seseorang mengerjakan shalat di luar waktunya atau memulai shalat sebelum masuk waktunya.

Rabu, 30 Mei 2007

Aba'ah

Kategori: Fiqh
Sumber: Nasihat Ulama Besar untuk Wanita Muslimah, Penyusun Syaikh Hamd bin Ibrahim al-Huraiqi, Pustaka Ibnu Katsir


Pertanyaan: Telah tersebar di kalangan wanita muslimah satu fenomena yang berbahaya berupa kebiasaan memakai aba’ah, yaitu busana yang menutupi tubuh hingga ke bahu dan menutupi kepala dengan maksud agar terlihat anggun dipandang. Aba’ah ini terlihat ketat, transparan sehingga terlihat bentuk dada dan tulang, dan mereka memakai busana ini karena ingin mengikuti mode atau karena ingin ketenaran. Bagaimana hukum memakainya? Apakah ini termasuk hijab yang disyariatkan? Dan apakah ini termasuk dari ancaman Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hadistnya:

“Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya, yaitu suatu kaum yang membawa pecut kemudian dengan pecut itu mereka memukul manusia dan perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, jika berjalan berlenggak-lenggok, kepala mereka bagaikan punuk unta yang meliuk-liuk, mereka tidak akan masuk Surga dan tidak pula mendapat harumnya. sedangkan wangi Surga sudah dapat dicium dari jarak sekian dan sekian.”

Atas fatwanya, saya ucapkan Jazakumullah khairal jazza’.




Jawaban: Allah Ta’ala telah memerintahkan wanita muslimah untuk menutupi tubuh secara sempurna dengan hijab sebagaimana firman-Nya:

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’.” (QS. Al-Ahzab: 59)

Dan jilbab adalah kain panjang yang digunakan wanita untuk menutupi kepala dan seluruh anggota badannya seperti halnya misylah (pakaian kebesaran bangsa Arab bagi kaum prianya). Sedangkan aba’ah pada awalnya dipakai untuk kepala dan seluruh badan. Maka aba’ah termasuk penutup dan penghalang dari pandangan mata orang lain.

Firman Allah Ta’ala:

“Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal.” (QS. Al-Ahzab: 59)

Dan tidak diragukan lagi bahwa menampakkan bentuk kepala dan kedua bahu wanita merupakan daya tarik yang akan memancing pandangan orang lain, jika wanita muslimah memakai aba’ah yang hanya sampai bahu, maka sama seperti laki-laki karena menampakkan bentuk kepala, leher, dan bentuk bahu serta menjelaskan secara detail sebagian anggota tubuhnya seperti dada, punggung, dan lainnya. Ini semua merupakan sebab terjadinya fitnah, memancing pandangan orang lain, serta mendekatkan diri pada orang jahil walaupun ia termasuk wanita yang menjaga kehormatan diri. Atas dasar inilah, maka tidak boleh bagi seorang muslimah memakai aba’ah yang hanya menutup hingga bahu karena adanya larangan, dan dikhawatirkan masuk kepada ancaman Nabi shalallahu a’alaihi wasallam dalam hadist di atas.

Syaikh ‘Abdullah bin Jibrin
pada 27/8/1413 H.

Rabu, 25 April 2007

Muslimah Indonesia : Hati-hati godaan konsumerisme

Kategori: Nasehat
Sumber: Majalah Alia

Sebuah nasehat dari Ingrid Mattson

Saya sebenarnya ingin menasehati Muslim di Indonesia untuk berhati-hati menghadapi sejumlah permasalahan serius akibat modernisasi dan industrialisasi. Saya sedih melihat begitu banyak sungai dan seluran air di Jawa yang terpolusi, melihat sampah dan kotoran di jalan dan melihat pabrik-pabrik menyemburkan asap beracun ke udara.


Allah memberi manusia tanggung jawab untuk melindungi bumi ini dan agaknya kita tidak melaksanakan tugas ini dengan baik. Malahan, kita saat ini sedang menghancurkan bumi. Akibatnya, semua orang akan menderita secara fisik, mental, dan spiritual. Islam adalah agama yang suci dan mencintai kesucian (thaharah dan tazkiyyah) dan Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassallam sendiri pernah berkata, "Allah itu indah dan cinta keindahan." Jadi, saya ingin mengajak para brothers dan sisters di Indonesia untuk memegang tanggung jawab ini dengan sungguh-sungguh dan untuk bekerja menciptakan lingkungan yang bersih dan indah.

Saya ingin menasehati my sisters untuk berhati-hati menghadapi godaan-godaan konsumerisme. Kita semua suka baju, perhiasan, dan perabot yang bagus. Kita semua ingin membahagiakan anak-anak dengan memberi mereka pakaian dan mainan yang bagus. Tapi kita juga harus hati-hati jangan sampai tertipu sehingga mengira bahwa banyak berbelanja membawa kebahagiaan. Padahal kebahagiaan hanya bisa kita dapatkan bila memiliki hati yang baik dan penuh kasih sayang, dan selalu tunduk kapada Allah. Kita justru akan lebih bahagia kalau berbagi denga kaum dhuafa, daripada kalau kita hambur-hamburkan uang untuk barang-barnang yang tidak akan kita pakai lagi dalam waktu dekat. Sewaktu di Jakarta saya sedih sekali melihat kondisi kaum miskin di sana. Padahal, adalah kewajiban agama kita sebagai Muslim untuk menolong tetangga kita.

Kamis, 19 April 2007

FYI : For Your Information

Kategori: FYI
Sumber: Majalah Muslimah


Sejarah Kerudung Segi 4

Dalam sejarahnya, kerudung segi 4 adalah modifikasi dari scarf yang dililit di leher atau untuk menutupi kepala ketika panas. Bentuknya pun lebih kecil dari yang sekarang. Pada tahun 1960-an, scarf dan kaca mata lebar sangat populer di kalangan perempuan Amerika dan Eropah. Mengikut trend dari gaya Jacky Kennedy dan baju rancangan Channel. Kala itu menjadi aksesoris wajib bagi para selebritis Hollywood.



Pada perkembangannya, si segi empat mungil semakin menebar pesona dan disukai oleh perempuan Mesir, Iran, dan Pakistan. Namun, kenapa di Arab kerudung ini tidak populer? Sebab perempuan Arab lebih banyak menggunakan bergo super lebar dan berwarna hitam.

Perjalanan si segi empat ini pun mulai melanglang menuju Asia lewat jemaah haji sebagai oleh-oleh. Sekarang, kerudung ini sangat populer dan banyak sekali motifnya.

Hmm, yang satu saduran dari Jacky Kennedy yang satu bagian dari budaya Arab (Islam). Ayo, pilih yang mana? *_^ Be a smart muslimah.

Bagaimana dengan Si Selop?

Lebih unik lagi dengan si selop ini. Dulunya selop merupakan sandal (sepatu) buat kaum cowok. Selop banyak dipakai oleh raja-raja zaman dulu. Sri Sultan Hamengku Buwono IX selalu memakai selop di segala kesempatan. Begitu juga dengan Napoleon Bonaparte, memakai selop ini yang dinamakan Mule Shoes, sejenis sandal tertutup namun bagian belakangnya terbuka. Model mule ini sangat beragam, pada masa Renaissance di Eropah, model mule sangat unik, bersol tebal dan posisi solnya ada di tengah. Aneh ya :D

Setelah mengalami berbagai bentuk. mule pun semakin akrab di kalangan perempuan, bahkan modelnya juga lebih cewek banget. Mulai dari hak datar hingga yang lancip. Selop bagi kaum pria juga mulai berubah gaya menjadi lebih terbuka, seperti sandal gunung.

Model (dunia) emang suka terbalik-balik ya. Aneh. Yang awalnya bagi wanita menjadi umum bagi pria dan yang awalnya bagi pria menjadi umum bagi wanita. Asal jangan sampai kita menjadi terlihat seperti pria aja, inilah yang terlarang. Wallahu'alam.

Smart Choice

Nah, ternyata nih sekarang udah mulai banyak muslimah yang memilih toko buku sebagai tempat favorit. Keren euy. Berarti udah makin pinter aja kaum muslimah di Indonesia ini.

Tapi, kira-kira buku apa aja yang dibaca? Komik? Enggaklah, pastinya buku-buku yang dibaca adalah buku yang bermanfaat, bermanfaat di dunia ini dan juga manjadi bekal untuk akhirat. Waw, smart choice ya smart muslimah...

Rabu, 18 April 2007

Menjadi Wanita Sholehah

Kategori: Artikel
Sumber: NN


Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.

Mereka hanya perlu

memenuhi 2 syarat saja yaitu:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami

Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:

1. Taat kepada Allah dan RasulNya

Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?
- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.
- Wajib menutup aurat
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa
- Berbuat baik kepada ibu & bapa
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
- Bersikap baik terhadap tetangga

2. Taat kepada suami
- Memelihara kewajipan terhadap suami
- Sentiasa menyenangkan suami
- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah.
- Tidak cemberut di hadapan suami.
- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur
- Tidak keluar tanpa izin suami.
- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran
- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya.
- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik & kecantikannya serta rumah tangga


FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA
---------------------------------------

Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.

Faktor-faktor tersebut ialah:

1) Lupa mengingat Allah

Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: artinya:

" Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya."

Sabda Rasulullah s.a.w.: artinya:
"Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan." (Riwayat Tarmizi)

Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.

2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia

Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda.
Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An'am: artinya:

" Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir."

3) Mudah terpedaya dengan syahwat
4) Lemah iman
5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk.

Ad-dunya mata' , khoirul mata' al mar'atus sholich
Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholihah.

(source : NN )

Senin, 16 April 2007

Iman kepada Kitab-kitab-Nya

Kategori: aqidah
Sumber:
1. Peran Iman dalam Ibadah (Al-Imanu wal Ibadah), Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.
2. Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.


Meyakini bahwa Allah telah menurunkan Kitab-kitab suci kepada para Rasul-Nya untuk menjadi hujjah, petunjuk, pengetahuan bagi seluruh isi alam, dan pegangan bagi mereka yang mengamalkan ajran-ajaran Allah.

Mengenal Kitab-Nya, yaitu Taurat (Nabi Musa 'alaihissallam), Injil (Nabi Isa 'alaihissallam), Zabur (Nabi Dawud 'alaihissallam), Suhuf Ibrahim 'alaihissallam dan Musa 'alaihissallam, Al-Quran (Nabi Muhammad shalallahu 'alaihissallam)



Allah me-nasakh (mengkadaluarsakan) kitab-kitab sebelum Al-Quran dan menjadikan Kitab Al-Quran terpelihara dengan penuh dan tidak dapat diubah-ubah oleh tangan manusia.

Adapun kitab-kitab sebelum Al-Quran diturunkan untuk umat tertentu dan untuk jangkauan waktu yang terbatas serta telah banyak mengalami perubahan. Perubahan-perubahan ini dilakukan oleh manusia dan banyak menyelisihi isi Al-Quran. Contohnya adalah perbuatan kaum Nasrani dalam merubah Injil dalam aqidah kaum Nasrani, sebagaimana telah diketahui bersama yaitu aqidah Trinitas. Mereka mengatakan bahwa Allah salah satu dari yang tiga. Ini merupakan kedustaan terhadap Al-Masih Isa ibnu Maryam.

Firman Allah dalam Al-Baqarah 79:
"Maka amat celakalah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri kemudian berkata, 'ini dari Allah'. Dengan maksud untuk memperoleh keuntungan yang sedikit. Maka celaka besarlah bagi mereka karena apa yang ditulis dengan tangan mereka sendiri. Dan celaka besar pula bagi meraka karena apa yang mereka kerjakan."

Juga firman Allah dalam Al-An'am 91:
"Katakanlah: Siapakah yang menurunkan kitab Taurat yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi umat manusia? Kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan sebagiannya dan kamu sembunyikan sebagian besarnya."

Sedangkan Allah menjadikan kitab Al-Quran terpelihara dengan penuh dan tidak dapat diubah-ubah oleh tangan manusia sebagaimana firman Allah dalam Al-Hijr 9:
"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami pulalah yang benar-benar memeliharanya."

Al-Quran akan tetap menjadi hujjah sampai hari kemudian.

Senin, 02 April 2007

FYI : Tentang Pemasangan Foto

Kategori: Nasehat
Sumber: Friendster

Karena aku mencintai kalian...

Temen-temen yang saya cintai karena-Nya, tadinya, saya ngga percaya, ketika ada seorang ikhwan yang posting buletin yang berisi himbauan bagi para akhwat untuk tidak memasang foto (diri) di FS, karena ada web yang menyalahgunakan foto2 kita di FS, diedit menjadi... yaahh... kepalanya masih tetep wajah kita lengkap jilbab, sementara bagian tubuh lainnya diganti dgn milik org lain yang (maaf) tidak tertutup auratnya.


Saya benar2 tidak percaya. Sampe saya berpikir, kok malah jadi paranoid gini (astagfirulloh aladzim). Saya sempet adu argumen dengan temen saya itu. Hingga kemudian, beberapa hari yang lalu, kembali temen saya itu posting buletin, masih dengan tema yang sama, berisi forward message temen akhwat dia.

Penasaran! Apakah ini benar2 serius? akhirnya saya bertanya kepada seorang temen lainnya yang lumayan ngerti IT. dan temen saya itu membenarkan keberadaan web itu, meskipun katanya udah di-ban sama penyedia situsnya, tapi entahlah... ketika saya mencoba nyari, ternyata link-nya masih ada.

Coba ketik akhwatnakal ato akhwatcantik di search engine. dan temen-temen bakal tau ada apa. apa yang harus kita lakukan? itu sepenuhnya tergantung pada keputusan temen-temen. Gambar-gambar yang ada (saya ngga berani buka, saya hanya buka alamat2 yang memprotes blog itu, itu pun udah bikin saya eneg)memang keliatan hasil edit, bahkan sebagian bener2 jelek hasil editannya. tapi.. yaahh... semuanya terserah temen-temen...

Kalo ingin memforward message ini, sertakan aja nama saya di bawah ini, jadi asal usul mesage ini jelas. Mohon maaf kalo tidak berkenan dengan message ini. semua itu hanya karena saya mencintai kalian karenaNya...

dengan sepenuh hati, erna

Sedikit hadist yang berkaitan dengan gambar, foto, lukisan benda hidup.

Dalam sebuah hadits shahih dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau berkata kepad Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu:

Artinya : "Janganlah engkau tinggalkan patung kecuali engkau telah membuatnya menjadi tidak berbentuk, dan jangan pula meninggalkan kuburan yang menjulang tinggi kecuali engkau meratakannya." [Hadits Riwayat Muslim dalam Al-Janaâ-iz, 969]

Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Artinya : "Orang yang paling mendapat siksa pada hari kiamat adalah para pembuat gambar (pelukis)."� [Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam bab Al-Libas 5959, Muslim dalam bab yang sama 2109]

Dan hadits yang ditegaskan dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Sesungguhnya Aisyah telah membeli bantal kecil untuk hiasan yang didalamnya terdapat gambar. Ketika Rasulullah melihat bantal tersebut, beliau berdiri di depan pintu dan enggan untuk masuk seraya bersabda:

Artinya : "Sesungguhnya pemilik gambar ini akan diadzab dan akan dikatakan kepada mereka. "Hidupkanlah apa yang telah engkau ciptakan." [Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam bab Tauhid 7557, Muslim dalam bab Al-Libas 96-2197]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menegaskan hal itu dengan sabdanya:

Artinya : "Malaikat enggan memasuki rumah yang didalamnya terdapat lukisan."� [Hadits Riwayat Al-Bukhari, bab Badâ-ul Khalq 3226, Muslim bab Al-Libas 2106]

Rabu, 28 Maret 2007

Iman kepada Malaikat

Kategori: Akidah
Sumber:
1. Peran Iman dalam Ibadah (Al-Imanu wal Ibadah), Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.
2. Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.

Kita mempercayai Malaikat-malaikat Allah Ta'ala dan mereka semua hamba-hamba Allah yang mulia. Mereka melaksanakan setiap apa-apa yang diperintahkan kepada mereka. Firman Allah dalam surah Al-Anbiya' 26-27:
Artinya: "Sebenarnya malaikat-malaikat itu adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka itu tidak pernah mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka senantiasa mengerjakan perintah-perintah Allah."

Tentu hal ini berbeda sekali dengan manusia yang bertindak memperturutkan hawa nafsu dan bahkan tak jarang melanggar larangan Allah untuk memenuhi nafsunya itu.


Kita wajib mengimani nama-nama para malaikat yang telah disebutkan kepada kita dengan sifat-sifat dan tugas yang telah kita ketahui, yaitu:
  1. Jibril, bertugas menyampaikan wahyu yang mengandung kehidupan bagi hati.
  2. Mikail, bertugas menurunkan hujan dan menumbuhkan tumbuhan yang mengandung kehidupan bagi jasad.
  3. Israfil, bertugas menuip sangkakala (Ash-Shuur) mengandung kehidupan di Hari Kiamat.
Juga mengimani malaikat-malaikat lain yang telah disebutkan namanya namun telah jelas ada, diantaranya:
  • Malaikat Maut bertugas mencabut ruh.
  • Malaikat penjaga gunung.
  • Malaikat penguasa neraka
  • Malaikat penjaga pintu surga
  • Malaikat yang bertugas menuipkan ruh bagi janin dalam rahim.
  • Malaikat yang mencatat amal perbuatan manusia yang berada di kanan dan kiri.
  • Malaikat yang bertugas menanyakan kepada mayat dalam kubur tentang siapa Tuhannya, apa agamanya, dan siapa nabinya.
Adapun yang tidak kita ketahui maka kita tidak boleh menetapkannya dan juga tidak boleh menafikannya (menghiraukannya).

Malaikat-malaikat itu tidak dijadikan Allah dalam bentuk tubuh kasar yang dapat dilihat oleh manusia. Sewaktu-waktu Allah memperlihatkannya (sebagaimana Rasulullah shalallahu 'alaihi wassallam pernah melihat Malaikat Jibril) dengan 600 sayapnya di atas langit. Beliau juga pernah melihat Malaikat Jibril berbentuk manusia / laki-laki dengan wajah putih, rambut hitam pekat, pakaian serba putih. Malaikat Jibril pernah berbicara dengan Maryam dalam bentuk seperti manusia.

Malaikat jumlahnya banyak. Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam pernah menyatakan bahwa Baitul Makmur ada di atas langit setiap hari tujuh puluh ribu malaikat masuk dan shallat di dalamnya dan tidak ada di antara mereka yang kembali.

Jumat, 23 Maret 2007

HUKUM DI SEPUTAR HAID DAN NIFAS

Kategori: Kajian
Sumber: Al Ustadz Ja’far Umar Thalib

Perkara haid atau sering dinamakan menstruasi atau nifas, tidak dimengerti oleh banyak kalangan Muslimah. Sehingga pelanggaran dalam masalah ini sering terjadi dikarenakan tidak mengerti. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini kami mengajak para Muslimah untuk memahami hukum di seputar haid dan nifas agar menjadi jelas bagi suami dan istri serta segenap remaja putri dalam mengamalkan syariah Allah dalam masalah ini. Dalam hal ini perlu adanya kejelasan bagi semua pihak, bahwa hukum Islam dalam masalah ini tidak hanya diperlukan para wanita untuk mengerti tentangnya, tetapi juga para suami yang akan berhadapan dengan urusan istrinya atau para ayah yang akan berhadapan dengan urusan putrinya yang menginjak usia baligh. Dengan demikian, pihak yang berkepentingan dengan pembicaraan masalah ini adalah segenap kaum Muslimin tidak terkecuali. Namun para wanita Muslimah, tentu lebih utama dalam kemestian untuk mengerti masalah ini.



PENGERTIAN HAID DAN NIFAS
Para Ulama’ lughah dan Ulama’ fiqih memberikan keterangan tentang pengertian haid / nifas untuk menjelaskan kedudukan hukumnya. Dalam hal ini antara lain disebutkan bahwa Al-Imam Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Habib Al-Mawardi telah memaparkan pengertian haid itu sebagai berikut:
“Ketahuilah olehmu bahwa yang dinamakan haid itu ialah darah yang ditumpahkan oleh rahim dengan sifat tertentu. Di dalam Syari’ah telah diberitakan adanya enam nama baginya sebagai berikut:
1). Dinamakan al-haidlu dan ini adalah nama yang populer. Dan dinamakan demikian karena mengalirnya darah itu dari rahim wanita. Karena haid itu secara bahasa artinya adalah mengalir.
2). Dinamakan juga dengan at-thumtsu, Al-Farra’ menyatakan: At-thumtsu itu maknanya ialah “darah yang mengalir”. Hal ini sebagaimana yang diberitakan oleh Allah Ta`ala dalam firman-Nya di Ar-Rahman 56 yang memberitakan tentang para bidadari: Mereka tidak pernah diperawani oleh siapapun dari manusia dan jin.
3). Dinamakan juga dengan al-ariku, karena adanya hadits Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam yang berbunyi:
(hadits 1)
“Apabila wanita telah Arikat (yakni berhaid), maka tidak halal untuk dilihat sedikitpun dari tubuhnya kecuali wajahnya dan kedua telapak tangannya.” (HR. Ahmad)

4). Dinamakan juga dengan adl-dlahiku, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Ta`ala dalam Surat Hud ayat ke 71:
(ayat)
“Dan istrinya berdiri mendengar berita gembira itu, maka iapun dlahikat.” (Hud: 71)

Al-Imam Mujahid rahimahullah menjelaskan: “Kata dlahikat di ayat ini maknanya ialah berhaid.”

5). Dinamakan juga al-ikbar, sebagaimana firman Allah dalam Surat Yusuf 31:
(ayat)
“Maka ketika para wanita itu melihat Yusuf, mereka pun akbarnahu.” (Yusuf: 31)

Ibnu Abbas berkata: “Maknanya ialah bahwa para wanita itu menjadi haid ketika melihatnya.”
6). Dinamakan juga al-i’shar, sehingga hujan lebat itu dinamakan al-i’shar karena keluarnya air dari awan itu seperti keluarnya darah dari rahim dengan deras.”
Demikian Al-Imam Al-Mawardi menjelaskan istilah-istilah haid yang ada dalam Syari’ah, dan kami menukilkannya di sini dengan ringkas. Al-Imam Abu Bakr Muhammad bin Abdillah Ibnu Al-Arabi Al-Maliki menambahkan dua nama di samping keenam nama tersebut sebagai berikut ini:
7). Al-Farku. Dan juga yang ke 8. At-Thumsu.
Kemudian diterangkan pula oleh Al-Imam Abu Muhammad Ali bin Ahmad bin Sa’id bin Hazm Al-Andalusi sebagai berikut:
“Yang dikatakan haid itu ialah darah berwarna kehitam-hitaman yang kental yang baunya tidak sedap dan dengan aroma tertentu. Maka kapan saja darah yang demikian ini keluar dari kemaluan wanita, maka tidak halal baginya untuk shalat dan ….”
Al-Imam Muwaffaquddin Abi Muhammad Abdullah bin Ahmad bin Qudamah menambahkan: “Haid itu adalah darah yang mengalir dari rahim wanita bila ia telah mencapai usia baligh, kemudian terus menerus darah itu keluar pada waktu-waktu tertentu.”
Al-Imam Al-Hafidh Ahmad bin Ali bin Hajar Al-Asqalani menerangkan: “Menurut kebiasaan yang dinamakan haid itu ialah mengalirnya darah wanita dari tempat yang khusus dalam waktu yang tertentu.”
Dalam pada itu, telah diriwayatkan dialog antar Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam dengan A`isyah Ummul Mu’minin sebagai berikut:
(hadits 2)
“A`isyah menceritakan: Kami keluar dari Al-Madinah, tidak ada tujuan kecuali untuk menunaikan haji ke Makkah. Maka ketika kami telah sampai di tempat yang bernama Sarifa, aku haid. Maka Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam ketika itu masuk ke kemahku dan aku dalam keadaan menangis. Beliau menanyai aku: Kenapa engkau, apakah engkau bernifas? Aku menjawab: Ya. Maka beliau pun menjelaskan: Sesungguhnya perkara ini adalah sebagai suatu perkara yang telah ditentukan atas anak-anak perempuan Adam. Maka tunaikanlah segenap manasik haji, kecuali thawaf di Ka’bah.” (HR. Bukhari dalam Shahihnya, Kitabul Haidl – Bab Al-Amru Bin Nufasa’ Idza Nufisna, hadits ke 294).

Hadits ini menunjukkan kepada kita bahwa haid itu dinamakan juga dengan nifas dalam istilah Syari’ah. Maka dengan berbagai penjelasan tersebut di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut:
Haid / nifas itu ialah keluarnya darah dari kemaluan wanita sejak ia baligh. Darah tersebut secara rutin keluar daripadanya setiap bulan sekali dalam beberapa hari sesuai dengan kebiasaan masing-masing. Sifat darah haid itu merah kehitam-hitaman dan kental dengan aroma yang tak sedap dan khas. Darah nifas itu demikian pula sifatnya dan tetapi ia keluar ketika wanita itu usai melahirkan. Dan kadang-kadang haid itu dinamakan pula dengan nifas. Dalam istilah umum haid itu dinamakan menstruasi atau datang bulan.

BEBERAPA KETENTUAN HUKUM DI SEPUTAR HAID DAN NIFAS
Adapun hukum-hukum yang berkenaan dengan haid dan nifas adalah sebagai berikut:
1). Darah haid dan nifas itu adalah darah najis dan kotor, sehingga harus disucikan dengan air dan alat-alat pensuci yang lainnya. (Lihat pembahasan masalah ini dalam SALAFY ed. 42 th. IV halaman 22 – 24, dengan judul AN-NAJASAT).
2). Wanita yang dalam keadaan berhaid ataupun bernifas, dilarang menunaikan shalat apapun, hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam sebagai berikut:
(hadits 3)
“Maka apabila datang darah haid, tinggalkanlah shalat.” (HR. Bukhari dalam Shahihnya, Kitabul Haidl Bab Istihadhah dari A’isyah Ummul Mu’minin).

3). Wanita dalam keadaan berhaid ataupun dalam keadaan nifas, dilarang berpuasa wajib ataupun sunnah. Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam bersabda kepada para wanita dalam rangka menerangkan betapa mereka memang adalah anak Adam yang kurang ibadahnya. Beliau menyatakan kepada mereka:
(hadits 4)
“Bukankah wanita itu bila berhaid dia tidak shalat dan tidak puasa?” Maka para wanitapun menjawab: “Bahkan memang demikian.” Maka Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam menerangkan: “Yang demikian itulah sebagai bukti kekurangannya dalam perkara agamanya.” (HR. Bukhari dalam Shahih Bab Tarkul Ha’idl As-Shauma dari Abi Sa’id Al-Khudri radliyallahu `anhu).

4). Wanita dalam keadaan berhaid ataupun nifas tidak dihalalkan thawaf di sekeliling Ka’bah. Hal ini sebagaimana sabda Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam tentang masalah ini kepada A’isyah yang sedang berhaid:
(hadits 5)
“Tunaikanlah manasik hajimu kecuali thawaf di Ka’bah, sampai engkau suci.” (HR. Bukhari)
5). Wanita dalam keadaan berhaid ataupun nifas, tidak dihalalkan untuk beri’tikaf atau tinggal di masjid. Hal ini sebagaimana telah dinyatakan Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam dalam sabdanya sebagai berikut:
(hadits 6)
“Adapun masjid, maka aku tidak menghalalkannya untuk orang yang junub dan tidak halal pula untuk wanita yang sedang berhaid.” (HR. Abu Dawud dan Al-Baihaqi dalam Sunan keduanya dari A’isyah Ummul Mu’minin radliyallahu `anha).

6). Wanita dalam keadaan haid ataupun nifas tidak dihalalkan untuk berhubungan seks dengan suaminya. Hal ini sebagaimana yang telah diberitakan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam sebagai berikut:
(hadits 7)
“Perbuatlah segala sesuatu, kecuali hubungan seks.”

Yakni boleh bagi suami bermesrahan dengan istrinya ketika dalam keadaan haid atau nifas dengan memperbuat segenap tubuhnya kecuali kemaluannya tidak boleh dimasuki oleh kemaluan suami.

7). Suami dilarang menjatuhkan cerai kepada istrinya bila si istri dalam keadaan sedang berhaid dan atau sedang bernifas. Karena Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam memerintahkan kepada Abdullah bin Umar bin Al-Khatthab untuk merujuk kembali istrinya yang telah diceraikannya dalam keadaan haid. Sebagaimana hal ini telah diriwayatkan oleh Nafi’maula Ibni Umar sebagai berikut:
“Dari Abdillah bin Umar radliyallahu `anhuma, beliau menceritakan bahwa beliau pernah di zaman Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam menceraikan istrinya dan sang istri dalam keadaan haid. Maka Umar bin Al-Khattab melaporkan hal ini kepada Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam. Maka beliau pun bersabda: .” (HR. Bukhari dalam Shahihnya, Kitabut Thalaq {Fathul Bari jilid 9 hal. 345, hadits ke 5251})
Yakni sejak dijatuhkannya thalaq / cerai setelah suci yang kedua itu, maka mulailah dihitung masa `iddah bagi wanita yang telah dicerai oleh suaminya. Yaitu masa di mana wanita yang dicerai itu dilarang menikah atau membicarakan rencana pernikahan dengan pria lain sampai tiga kali haid dan atau tiga kali masa suci darinya.

Jumat, 16 Maret 2007

Iman (Iman pada Allah)

Kategori: Akidah
Sumber:
1. Peran Iman dalam Ibadah (Al-Imanu wal Ibadah), Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.
2. Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.

Ketika seorang muslim berbicara tentang Agama Islam, tentu berkaitan erat dengan iman. Keimananlah yang membuatnya tergerak untuk memeluk agama ini.

Iman berasal dari kata al-amn artinya rasa aman. Ini berarti iman dan rasa aman saling beriringan. Rasa aman yang dicakup adalah rasa aman di dunia dan di akhirat. Semakin kuat keimanan seseorang , maka rasa aman yang dimilikinya juga semakin kokoh.


Kalangan ahli ilmu mengatakan bahwa iman adalah pembenaran. Hal ini karena, orang yang membenarkan (rukun iman) adalah orang-orang yang memiliki rasa aman. Oleh sebab itu, dari sudut etimologi, iman berarti at-tashdiq (pembenaran).

Makna iman secara syara' bukan sekedar pembenaran saja, namun iman adalah pembenaran yang diikuti penerimaan dan ketaaatan. Ahlus Sunnah wal Jama'ah berpendapat bahwa iman adalah ucapan dan amalan; ucapan hati dan lisan, serta amalan hati, lisan, anggota badan.

Kita ambil pemisalan (di luar iman). Misalnya di sebuah tempat kursus komputer. Seorang pengajar mengajak didikannya untuk percaya padanya dan mengikuti petunjuknya serta nasehatnya agar nantinya mahir menggunakan komputer. Seorang didikannya pun berkata sangat mempercayai gurunya juga keahlian gurunya itu. Namun, dia tidak berusaha mengikuti petunjuk dan nasehat gurunya. Lalu, apakah dia dapat dikategorikan murid yang mempercayai kemampuan gurunya? Ataukah dia termasuk murid yang pemalas? Ataukah pembangkang? Padahal, dia tidak pernah berkata kasar pada gurunya, tidak pula bermuka masam.

Ini berarti, setiap insan manusia yang mengakui memiliki iman akan terealisasi dalam perbuatannya sehari-hari. Terlihat dalam ketaatannya dalam menjalani setiap hal yang diwajibkan padanya dan menghindari hal-hal yang telah dilarang padanya.

Dasar-dasar Keimanan

Telah sama-sama kita ketahui bahwa rukun iman ada enam, yaitu:
1. Beriman kepada Allah
2. Beriman kepada para Malaikat-Nya
3. Beriman kepada Kitab-kitab-Nya
4. Beriman kepada para Rasul-Nya
5. Beriman kepada Hari Akhir
6. Beriman kepada Qadar Allah, baik dan buruknya

Iman Kepada Allah

Iman kepada Allah mencakup:

a. Iman pada keberadaan Allah. Barangsiapa yang mengingkari keberadaan Allah atau ragu-ragu atas keberadaan-Nya ataupun memiliki kebimbangan walaupun sedikit, maka ia bukan lagi seorang mukmin.
Allah berfirman dalam surah Ath-Thuur 35:
"Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri) ?"
Ketika seseorang mampu membuat komputer super canggih dan berkata bahwa komputer itu tak mungkin dibuat secara kebetulan. Ialah yang telah bersusah payah membuatnya. Lalu, apakah dia tidak bertanya, siapa yang menciptakan dirinya?

b. Iman kepada Rububiyah-Nya, yaitu engkau beriman bahwa Allah sajalah sebagai Rabb (Tuhan). Makna Rabb adalah pemilik, pengatur, dan pembimbing. Allah memiliki hukum kauniyah (takdir) dan Syar'iyyah dan tandzimi (pengaturan).

c. Iman kepada Ulluhiyah-Nya, yaitu bahwa hanya Allah saja yang berhak diibadahi. Bukan termasuk iman kepada Allah, jika di lain waktu bershalat pada-Nya dan di lain waktu membuat sesajen untuk hal-hal ghoib selain Allah. Sekecil dan seremeh apapun bentuk sesajen tersebut.

d. Iman kepada Asma' dan sifat Allah, yaitu iman kepada nama-nama-Nya. Yang baik, yang telah difirmankan Allah dalam surah Al-A'raaf 180. Nama-nama itu tercantum dalam Al-Quran dan Hadist.
Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda,
"Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa yang mempu menghitungnya, maka ia masuk jannah." (HR Bukhari, At-Tirmidzi)
e. Iman kepada sifat-sifat Allah yang telah disebutkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Apabila ada ayat ataupun hadist yang berkaitan dengan Ama dan Sifat Allah, maka tugas kita adalah mensucikannya dari dua hal:

- Tidak mereka-reka sifat tersebut
- Tidak boleh menentukan bentuk sifat tersebut. Hal ini akan memberi anggapan bahwa Allah Ta'ala memiliki sifat seperti sifat makhluk. Atau akan mengarahkan kita kepada pengingkaran, yaitu mengingkari sifat Allah. Yang dengan itu berarti kita mendustakan Allah Ta'ala terhadap apa yang telah Dia beritakan tentang diri-Nya.
Allah berfirman dalam Surah Asy-Syuraa 11:
"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
Oleh karena itu, ketika Imam Malik rahimallah ditanya seseorang tentang firman Allah dalam surah Thaha 5:
"(yaitu) Rabb yang Maha Pemurah, yang bersemayam (istawaa) di atas arsy."

Bagaimana Allah ber-istawaa? Yaitu bertanya bagaimana bentuk istawaa-Nya? Maka jawabannya yang masyhur:
"Makna istawaa sudah diketahui, kaifiyatnya (bagaimananya) tidak diketahui, iman kepadanya wajid dan bertanya tentangnya adalah bid'ah."

Makna istawaa (dalam bahasa arab) adalah sudah jelas, yaitu 'di atas'. Namun, bagaimananya kita tidak tahu. Iman kepadanya adalah wajib. Hendaknya kita mengimani sifat-sifat ini dan meyakini bahwa sifat tersebut benar-benar hakiki.

Wallahu'alam

Rabu, 28 Februari 2007

Hak dan Kewajiban Wanita dalam Islam

Pemateri : Ibu Inditsr
Tanggal : 26 Februari 2007

nora: Innalhamda lillah nahmaduhu wanastainuhu wanastagfiruhu wanaudzubillahimin syururi anfusina waminsyayyi aati `amalina mayyahdillah fala mudillalah waman yudlil falaahadiyalah

nora: segala puji bagi Allah yg telah memberikan kita nikmat iman dan islam sehingga kita masih diberi kesempatan untuk bisa menggali ilmu di hari ini Sholawat dan salam bagi qudwah kita, Rasulullah saw beserta keluarga, para sahabat, dan pengikutnya sampai akhir zaman. Mari kita buka kajian hari ini dengan membaca basmallah bersama-sama. Bismillahirrohmaanirrohiim.

Lita Keren: Bismillahirahmanirrahim
ihtirom: jazakillah mba diana
indit _: ibu mod sudah bisa dimulai?
nora: iya silahkan mbaknora: afwan bos dibelakangkunora: ukhti fillah kita simak dulu materi dari ibu Indit ya.. tafadhol mbak
indit _: haik jazakumulloh khoion katsiro.....terima kasih kepada tim kamus kajian muslimah yang telah memberi kepercayaan dan kesempatan pada saya unutk bersama-sama berdiskusi dengan hadirin di forum ini.
indit _: Assalamu'alaikum warakhmatullaahi wa barokatuhindit _: Bismillaahirrohmaanirrohiim....
indit _: Innal hamdalillaahi nasta'inuhu wa nastaghfiruhu wa na udzu billahiAsyhadu 'al ila ha ilallahu wa'asy hadu anna Muhammadarosululloh.
indit _: sebelumnya..
indit _: Mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Alloh swt yang telah melimpahkan banyak kenikmatan pada hadirin semua. Diantaranya nikmat iman dan nikmat Islam.indit _: Betapa banyak saudara-saudara kita yg mungkin pada saat ini sedang mengalami kesulitan, kesusahan, kesempitan atau ujian-ujian yg lain.

indit _: Kita bisa duduk dan bersama-sama mengikuti kajian Islam saat ini juga merupakan kenikmatan besar dari Alloh. Karena masih banyak saudara2 kita yang barangkali ingin seperti kita yang disini, namun tidak memungkinkan.
indit _: Alhamdulillah....indit _: Sholawat dan salam kita panjatkan pada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW.
indit _: InsyaAlloh hari ini akan membahas tentang Hak dan Kewajiban wanita dalam Islam. indit _: Mungkin kajiian hari ini sudah sering kita dengar....mudah2an akan menjadi pengingta kita bersama.
indit _: Alhamdulillah, kita yang hadir dalam forum ini adalah mereka-mereka yg InsyaAlloh termasuk orang-orang yang mendapat kenikmatan berIslam.
Dalam Islam Alloh tidak memberi hak dan kewajiban yang istimewa utk kaum pria saja, namun menyamakan hak dan kewajiban, baik pada kaum perempuan maupun kaum laki-laki.tentu saja kesamaan hak dan kwajiban ini sesuai kodrat yang ditentukan Alloh.Alloh memberikan balasan kebaikan pada kaum pria ataupun perempuan, bagi yg berbuat kebaikan, tidak ada pengkecualian.Seperti dalam surat An Nahl(16):97indit _: Barangsiapa yang beramal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia beriman, niscaya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami balas ia dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka lakukan. Demikian juga dalam Ali Imran(3):195
Maka Rabb mereka mengabulkan mereka(dengan berfirman):Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal dianatra kalian, baik laki-laki maupun perempuan, krn sebagian kalian adalah dari sebagian yang lain. Demikian juga Alloh memberi ancaman bagi siapa saja, perempuan maupuan laki-laki,bagi yang melanggar aturanNYA dengan siksaan yang pedih.Seperti dalam suart Al Jin(72):23=Dan barangsiapa yang bermaksiat kepada Alloh dan RasulNYA, maka sesungguhnya baginya neraka Jahanam, bagi mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Dari 3 surat tadi, jelas bhw Alloh memberi balasan yang sama kepada kaum perempuan maupun kaum pria....ketika berbuat kebaikan akan mendapat balasan kebaikan pula, demikian sebaliknya.Dalam kajian hari ini saya tidak membahas apa dan bagaimana perbedaan atau persamaan hak dan kewajiban kaum perempuan atau laki-laki, mudah2an di lain waktu akan ada pembahasan yg lebih detil.Hari ini lebih menyorot pada hak dan kwajiban wanita dalam Islam.Hak dan kewajiban wanita dalam Islam sendiri bisa dilihat dari sisi wanita sebgai anak, sebagai Istri dan Ibu.
Hari ini akan lebih membahas pada sisi wanita sebagai anak.Sebagai anak, wanita Islam memiliki hak dan kewajiban yang berjenis-jenis lagi: terhadap orang tua, terhadap kaum kerabat, dan terhadap masyarakatjadinya bertingkat-tingkat...mudah2an bisa difahami.
Hak dan kewajiban wanita thd orang tua sendiri akan terbagi dlm:yang pertama tentang hak...
a. Hak Cinta dan Kasih sayangHak ini harus ada, karena jika anak-anak (laki-laki maupun perempuan) tidak mendapatkan cinta dan kasih sayang dari kedua orang tuanya, maka pembentukan kejiwaan dan akhlaqnya tidak akan sempurna.
betapa banyak anak-anak yang tidak cukup mendapat kasih sayang dari orang tuanya, ketika tumbuh dewasa, ia menjadi orang-orang dewasa yang tidak matang kepribadiannya.
salah satu contoh yang bisa saya sebutkan, di Jepang, ketika di masa kecil seorang anak mendapat perlkuan yang kasar dan kejam, maka dia pun akan memiliki perlakuan yang kejam thd orang sekitarDalam Hadist yang diriwayatkan Imam Tirmidzi dengan sanad Abu Hurairah ra, tuturnya:
Aqra bin Habis melihat Rasululloh saw mencium Hasan ra (cucu Rasul), kemudian Aqra berkata:Sesungguhnya saya mempunyai sepuluh orang anak, dan tidk satupun dari mereka yang kucium".
kemudian Rasululloh bersabda: "Sesungguhnya orang-orang yang tidak menyayangi tidak akan disayangi".
indit _: hari ini membahas ttg Hak kewajiban wanita dalam Islam, dilihat perannya sebagai anakDari hadist tadi..kita melihat bhw Rasululloh demikian memiliki kelembutan hati, sehingga tidak segan-segan mencium cucunya.Erlin Oktaviani Rahayu: lanjut mbaindit _: Iya mbak rina..sama-sama mengasaha diri
Menjadi sunatulloh bagi anak2 yang tdk terpenuhi kasih sayangnya, atau malah dididik dgn kekerasan, akan tumbuh menjadi orang2 dewasa yang keras pula.Naudzubillahi min dzalik....mudah2an kita bukan termasuk didlmnya..
indit _: kemudian...b. Hak tidak mengistimewakan anak laki-laki atas anak perempuanSikap mengistimewakan anak laki-laki atas anak perempuan adalah suatu kezaliman dlm membagi cinta kepada anak2nya, dan dalam waktu yang sama, hal itu menentang lahirnya anak perempuan dan itu adalah perbuatan jahiliyah.Imam Tirmidzi dengan sanad dari Ibnu Abbas ra, menuturkan bhw Rasullloh bersabda:"Barangsiapa memiliki anak wanita kemudian ia tidak menyakitinya, menghinakannya dan tidak mengistimewakan anak laki-laki atas anak perempuan, maka Alloh akan memasukkanya ke dalam syurga".Dari Ibnu Majah dengan sanad ibnu Abbas: "Muliakanlah anak-anak kalian"lieberina: tp t'kadang perasaan dibedakan itu ada
indit _: wah nanti saya ingin tanya lbh detil ke m rina....kondisinya spt apa? indit _: krn bisa jadi hal2 spt itu masih ada dlm masyarakat Indonesia
indit _: tapi dilanjut dulu ya...ke hak dan kewajibanberikutnya...indit _: c. Hak mendapatkan pendidikan dan pembinaaneuisadri: maaf ya temans, lebih baik kita menyimak aja dl. biar lebih enak
indit _: Pendidikan pertama dan terpenting adalah mengenal rukun-rukun Islam, dasar-dasarnya, akhlaq-akhlaq dan adab-adabnya. Kemudian memberikan pengenalan kepada mereka ttg shirah Rasullloha dan para sahabat, dan pelajaran tentang ibdah, baik secara teori maupun praktek.
maaf ada kesalahan ketik...Rasullloha=RasulullahSemuanya ini hendaknya tidak "hanya" menghandalkan pada sekolah, pelaksanaan di rumah juga sangat penting.Pendidikan dan pembinaan yang dilakukan dirumah juga mesti berkesinambungan, kalau perlu diberi fasilitas yang baik dan kondusif bagi anak (misalnya: perpustakaan, VCD dll).Dan terus mendapat perhatian dan bimbingan dari kedua orang tuanya.Perhatian yang terus menerus dari orang tua sangat penting, karena anak akan berkembanga dan mendapat pengaruh dari berbagai lingkungan.Tiap tahap perkembangan anak, memiliki lingkungan yang tidak sama.Maka orang tua tdak boleh merasa bosan dan jenuh memberikan perhatian pada anak-anak mereka.Selanjutnya bisa ditambah dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat utk dunia, agar anak-anak memiliki persiapan utk masa depannya, baik utk dunia dan akherat nantinya.
Yang perlu diingat bagi kaum perempuan ada syarat dalam menuntut ilmu:
1. Tidak ikhtilat dengan kaum laki-laki,kalaupun kondisi lingkungan tidak bisa dihindarkan maka perlu menjaga diri agar tidak jatuh dalam kubang dosa dan kesalahan. 2. Tidak menuntut ilmu yang bertentangan dengan fitrah dan tabiat yang telah Alloh tetapkan untuknya.
d. Hak menghiasi diri dengan akhlaq yang mulia
indit _: mbak adinda_poetri...selamat bergabung di forum ini, kajian hari ini ttg hak dan kewajiban wanita dlm Islam, dilihat peran sebagai anak
indit _: mudah2an msh bisa mengikuti sisa waktu yg ada...msh panjang
indit _: Iya saya lanjut kembali....dgn d. Hak menghiasi diri dengan akhlaq yang muliaAkhlaq yang mulia merupakan bekal yang penting bagi seorang anak utk tumbuh menjadi dewasa, dan contoh2 akhlaq mulia bisa dilihat langsung dari teladan kedua oeang tuanya.Imam Tirmdzi dgn sanad Ayyub bin MusaRasululloh bersabda)
Tidak ada pemberian yang paling baik diberikan seorang ayah kepada anaknya selain akhlaq yang mulia"Imam Tirmdzi dgn sanad Ayyub bin Musa: (Rasululloh bersabda)Tidak ada pemberian yang paling baik diberikan seorang ayah kepada anaknya selain akhlaq yang mulia"kemudianindit _: Imam Baihaqi dari Ibnu Abbas: (Rasululloh bersabda)"Sebagian dari hak seroang anak terhadap ayahnya adalah mendidiknya dengan baik dan memberikan nama yang baik pula".Kalau ada anak yang durhaka pada orang tuanya, mesti dipilah-pilah dengan baik penyebabnya, bisa jadi tidak 100 % kesalahan dari sang anak.Bisa jadi anak kurang mendapat teladan yang baik dari orang tuanya.indit _: iya dilanjutkan lagi pada
e. Hak memberi nafkah dgn tidak bakhil dan berlebih-lebihanKalau orang-tua (ayah) tidak memberikan nafkah kepada anak-anaknya,, maka anak2nya akan terlantar dan sang ayah akan mendapat dosa. Namun seorang ayah tidak dituntut utk memberikan nafkah sesuai kemampuannya.Hanya ia tetap juga tidka boleh cuci tangan dari kewajiabn memberi nafkah.Yang perlu ditekankan adalah..orang tua memberikan nafkah sesuai kemampuannya..jadi sbg anak tidak menuntut lebih dari yang kedua orang tua miliki.
Hadist.."Satu dinar yang kamu nafkahkan kepada di jalan Alloh, membebaskan budak, utk fakir miskisn dan utk keluargamu...yang paling besar ganjarannya dari semua itu adalah dinar yang kamu nafkahkan utk keluargamu".

Yang dipaparkan diatas hak wanita sbg anak...selanjutnya adalah kewajibannya.. 2. Kewajiban Wanita(Anak) terhadap Orang tua Al Isra(17) 23-24:Dan Rabb mu telah memerinthakan kepadamu spy kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah bebruat baik kepada kedua orang tua dgn sebaik2nya.
Jika salah seorang diantar keduanya atau kedua2nya sampai berumur lanjut dlm pemeliharaanmu, maka jgnlah seklai-kali mengatakan perktaan 'ah' dan jangan membentak mrk dan ucapkanlah dgn perktaan yang mulia.
Dan rendahkanlah dirimu thd keduanya dgn penuh kasih sayang. Dan ucapkalah..Robbir khamhumaa kamaa robbayani shoghiroo..
Wahai Rabb ku kasihinilah mereka brdua, sbgmn mrk mengkasihi(mendidik) aku waktu kecil. Subahanalloh..dlm surat ini, penuh dgn ajaran2 yg mulia utk menghormati orang tua..Erlin Oktaviani Rahayu: duh..jd sedih indit _: kita tdk boleh mengatakan kata 'ah' pada mereka....indit _: brgkali dianatar kita ada yg sudah memiliki anak, sudah pernah merasakan apa dan bgmn liku-liku dlm mengandung, melhairkan, merawat dan mendidik anak....indit _: kalau dikembalikan pada do'a tadi....bagi mereka yg sdh menjadi seornag ibu, akan tahu bgmn perjuangan ibu ataupun bapak kita dikala kita semua msh bayi....indit _: masih balita, masih belum dewasa, masih belum tahu banyak hal....begitu banyak yang diberikan orang tua pada kitaindit _: Imam Bukhari dgn sanad Abdullah bin Mas'ud ra:Saya bertanya pada Rasululoh: "Amala apa yang paling dicintai Alloh SWT ?"
indit _: "Shalat pada waktunya", kemudian apalagi?

indit _: Bebrbakti pada orang tua", kemudian apalagi?indit _: Jihad fii sabilillah"indit _: Sebaliknya ada hadist riwayat Imam Tirmidzi, dengan sanad Abdurrahman bin Abi Bakrah:Rasululloh berucap:indit _: "Maukah kalian aku ceritakan tentang dosa yang paling besar?indit _: "Menyekutukan Alloh dan durhaka pada orang tua", Selanjutnyaindit _: "Bersaksi palsu atau berkata palsu"

indit _: Kemudian....Islam memandang bahawa perbuatan baik seroang anak kepada orang tua saja tidak cukup, namun Islam juga menuntut mereka agar berbuta baik pada teman2 mereka semasa masih hidup.indit _: HR Imam Bukhari dgn sanad Ibnu Umar ra."Sesungguhnya salah satu perbuatan baik yang paling utama adalah silaturahmi yang digalang seseorang kepada org2 yang terdekat bapaknay setelah wafat".

indit _: Dari ayat-ayat dan beberapa hadist, bisa disimpulkan bentuk berbakti pada orang tua itu:indit _: a. Ketaatan anak pada orang tua atas semua perintah dan permintaannya selama masih dalam koridor ketaatan kepada Alloh SWT.indit _: b. Berbuat baik kepada keduanya dalam setiap keadaan, meski kedaunya masih dalam keadaan kafir;suatu tendensi kemanusiaan yang wajar dan dijunjung tinggi oleh Islam.indit _: c. menghormati keduanya di setipa waktu dan kesempatan; ketika keduanya hidup-penghormatnnya diwujudkan dengan cara berbakti kepada keduanya, dan setelah kedunay wafat bisa diwujudkan dengan bersedekah (atas namanya).indit _: d. Tidak membentak keduanyaindit _: e. Mendoakan dan memohonkan ampun untuk keduanya setelah keduanya meninggal dunia.sal_fia has joined the conference.

indit _: f. Berbuat baik kepada teman-teman mereka setelah mereka wafatindit _: g. menunaikan janji-jani(wasiat) mereka setelah mereka wafat.indit _: h. Menyambungkan tali silahturahmi yang tidak mungkin disambung kecuali oleh keduanya.sal_fia: Assalamu'alaikum wr wb indit _: i. Tidak melakukan tindakan durhaka terhadap keduanya meski ringan, demikian pula terhadap kerabata dan teman-teman keduanya.

indit _: InsyaAlloh demikian isi kajian yg bisa saya sampaikan...wallohu alam bisshowab, mengingat waktu, saya kembalikan ke ibu mod.indit _: atau bisa langsung pada tanya jawab?
DISKUSI

Erlin Oktaviani Rahayu: mba aku mo tanya dunkz...indit _: iya silahkan..gimana mbak Nora..langsung saja ya?diana: diana: mba nora kayaknya ada perlu, bu..diana: silakan langsung aja, boleh Erlin Oktaviani Rahayu: selama ini...aku dah banyak bgt ngerepotin ortukuindit _: Ok..silahkan mbak erlin..indit _: listen..
nayla_47: nti sy boleh tanya ya mbanayla_47: Erlin Oktaviani Rahayu: tp...aku blm bisa membalas budi baik mereka??Erlin Oktaviani Rahayu: apa klo cm mendo'akan termasuk bls budi jg??indit _: iya mbak nayla..setelah mbak erlin ya..Erlin Oktaviani Rahayu: afwan klo ga nyambungdiana: iya, mba nayla giliran berikutnya.. nayla_47: ok...diana: indit _: cukup mbak erlin pertanyaannya?Erlin Oktaviani Rahayu: cukup mbaindit _: ok saya coba menjwab ..dalam membalas budi kepada orang tua, pertama tidak mesti berbentuk 'materi'( harta, kedudukan ata sejesinya).indit _: dengan akhlaq yang baik, berbuat baik pada orang tua, juga menjadi salah satu bentuk bals budi kita pada orang tua.Lita Keren: indit _: kedua...kita embalsa budi pada orang tua, semampu kita..kalau kita mampu dgn sekolah kemudian bisa lulus dgn cepta atau nilai baik, insyaAlloh orang tuapun akan senangindit _: kalau kita memiliki kelebihan harta (dll), semampunya kita membnatu mereka...nv1_smileey: mba boleh nanya...mungkin agak ga nyambung ya...saya pernah baca kl setiap perbuatan anak yg soleh akan mendatangkan pahala bagi orangtua yang sudah meninggal... indit _: kuncinya bgmn membuat mereka tentram dan senang dgn apa yg kita 'miliki'.nv1_smileey: benarkah begitu?
Erlin Oktaviani Rahayu: SUBHANALLAH...jwbnnya bgs bgt indit _: harat sebanayk apapun ataupu kebaikan sebesar papaun tdk bisa membalas jasa baik kedua orang tua kita...spt yg tadi saya sempat paparkan.
Erlin Oktaviani Rahayu: alhamdulillah ortuku menyarankan untk menekuni bhs inggris (b'tolak blg ma background)lieberina: gimn dg ortu yg tdk seharusx m'dpt kebaikn itu
Yessy Akmaloni: jawabannya kok ga keliatan yaindit _: mbak nv1_smileey...iya insyaAlloh begitu...kalau dlm hadist lbh diperjelas lagi misalnya dgn menymabung tali silahturahmi kerabat orang tua kita(yg sdh wafat)Yessy Akmaloni: tanya dong? indit _: terkait dgn pertanyaan mbak erlin...tentu saja kalau ada perbedaan pendapat, kita bisa komunikasi dgn baik dgn orang tuanayla_47: menyangkut kel. dari pihak ibu. kebetulan...anak2-nya se-liqo dgn saya. suatu saat qt silaturahmi ke rumah MR (murobbi). entah knapa salah satu dr mrk bilang ke MR kalau sy bukan saudara. kalaupun saudara, itu jauh. Adiknya jg dulu seperti itu. Sebenarnya kl tdk orangtua, jujur aja sy agak seindit _: listen..nayla_47: mba...itu p'tanyaan saya. mohon dicatat ya mba....kartika dewi: mba nayla kepotong pertanyaannyakartika dewi: Sebenarnya kl tdk orangtua, jujur aja sy agak se
indit _: iya yg bagina terkahir terputus...nayla_47: okYessy Akmaloni: jawaban utk pertanyaan mbak erlin ga keliatan nih nayla_47: agak sedikit keberatan berurusan dgn mereka....

indit _: ok mbak nayla....akan sy jawab, tapi ..utk mbak erlin gimana, sdh cukup jawabannya?
indit _: mbak yessy setelah mbak nayla ya..
indit _: sebenarnya ingin tahu lbh detil permsalahan dr mbak nayla, tapi dr yg saya tangkap dulu...kalaupun bukan saudara keluarga dekat, tapi sebagai sesam muslim bukannya kita bersaudara ukhuwah dalam islam malah memiliki makna yang kuat dan insyaAlloh ikatan yang dalam juga, mindit _: yang perlu digali, permasalahan apa yg terjadi dlm keluarga mbak nayla...tentunya bisa diceritkan pada orang2 yg kita sdh kenal cukup dekat, agar bisa memhami dgn 'pas' kondisi masing2..kondisi mbak nayla, juga saudra jauh tadi.
indit _: dalam ukhuwah islamiyah....seadanianya saudara kita sedang sakit, ibarat kita pun spt merasakan sakitnya itu..nayla_47: masalahnya mba...sy sendiri jg ga tau knapa

nayla_47: kalau di bilang sakit hati...ya jelas. bagaimanapun sy manusia biasa.nayla_47: samapi ada keinginan untuk pindah ke murabbi lainindit _: saudara mbak nayla, juga akan lebih baik tdk mengungkit2 bhw mbak nayla adalah saduara dekat atau jauh.....kalau mmg tdiak ada keperluan yg urgent, apalagi mbak naylanya tdk suka dgn hal tsb.

nayla_47: tapi kemudian sy pikir....tdk akan menyelesaikan masalah. mba apakah salah kalau lantas sy menjaga jarak? indit _: kalau da permsalahan ..sikap hilmi(bijaksana) coba kita kedepankan, hendaknay tdk sampai terbwa emosi Saran saya, mbak nayla meminta penjelasan pada fihak2 yg terlibat, misalnya yg mbak nayla sebut sbg murobbi...agar permsalahn tdk larut, dan mbak nayla merasa tdk leg
nayla_47: sy ko ga enak ya mba. nayla_47: sampai saat ini sy hanya lbh bersikap diam dan seperlunya aja.indit _: Alloh sangat menyukai 3 amalan, salah satunya menyambung tali silahturahmi... janagn membuat jarak, tapi selesaika permsalahn yg ada agar semua fihak merasa lega.

irwanti2001: assamualaikum...ikutan ya...nayla_47: ya mba. tapi Alhamdulillah...keluarga dirumah (bapak/ibu) dan sdra yg lain tetap membuka pntu dan hati lebar2 saat mrk t'kena banjir kmrn
nayla_47: Alhamdulillah...sy dan keluarga tdk berniat u/ memutus silaturahmi mba.indit _: subhanalloh....orang tua sdh memberi teladan yg baik, mudah2an kebaikan ini bisa membuka hati saudara mbak nayla (yg brgkali) ada kesalah fahaman, thd keluarga mbak nayla.nayla_47: Alhamdulillah... ga ada dendam mba.indit _: ok ya..bisa dilanjut ke mbak yessy..tingal 5 menitnayla_47: MOhon doa-nya ya..dr semuanayla_47: syukron mba...jazakillah.....indit _: waiyakum......mudah2an hubungan baik diantara keluarga besar tetap terjaga.nayla_47: Amiin....indit _: wah sudah waktunya utk pamitan..sebelumnya...'Keberana itu semata-matanya datangnya dari Alloh, jika ada kesalaahn itu krn kekhilafan dr diri saya".
diana: jazakillah khoiron katsiro bu indit.. nayla_47: terimakasih banyak bu.....indit _: mohon maaf ibu-ibu..mbka-mbak..para hadirin semua atas kekurangn yg ada, jazakumulloh khoiron katsiro tetap setia sampai acara ini selesai..juga utk penyelenggra KAMUSindit _: waiyyakum....
indit _: pamit dulu ya..inysaAlloh akan berjumpa lagi bulan depan..wassalamu'alaikum wr wb..diana: w slm wr wb
diana: alhamdulillah...nayla_47: wa'alaikumsalam warahmatullahiwabarakatuhdiana: kita tutup ya kajian hari ini.. diana: Mari kita tutup kajian hari ini dengan membaca hamdalah, istighfar dan doa akhir majelis.

icha_ricky05: wa`alaikum salam warrahmatullahi wabarakatuh..diana: Subhanakallahumma wabihamdika Asyhadu allaa ilaaha illa anta Astaghfiruka wa atuubu ilaik

diana: Maha suci Engkau yaa Allah aku memujiMU aku bersaksi tiada Tuhan yang berhak diibadahi melainkan Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepadaMu

diana: amin nayla_47: amin.... diana: jazakumullah khairan katsiro atas kebersamaan ukhtifillah rahimakumullah diana: diana mewakili tim moderator kamus mohon pamit, mohon maaf atas segala kekhilafan
diana: sampai berjumpa kembali dalam kajian muslimah hari kamis besok, insya Allah diana: wassalamu`alaikum warohmatullahi wabarokatuh Lita Keren: wa'alaikumslm wrwbBaiatusy Syajaroh: wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuhnayla_47: wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuhBaiatusy Syajaroh: jazakillah khairan atas tausyiahnya ukhti inditsr

Hal yang disukai istri dari suaminya

Pemateri : Adi Junjunan Mustafa
Tanggal : 22 Februari 2007

Terkadang kita ingin tahu juga, apa yang membuat istri kita senang dalam kehidupan berumah-tangga. Berikut ini adalah satu versi rangkaian sikap dan sifat yang disukai seorang istri dari suaminya:

1. Penuh Pengertian

Seorang istri senang diperhatikan dan didengarkan. Ia senang suaminya memahami dan mengerti dirinya. Dalam suka dan dukanya. Dalam ceria dan sedihnya. Ia senang suami mengetahui perasaannya. Ia misalnya senang diberitahu pakaiannya yang mana yang paling disukai suaminya. Atau masakannya yang mana yang paling lezat bagi suaminya. Karenanya obrolan-obrolan ringan dan lembut amat dinanti-nanti seorang istri. Setiap kata yang keluar dari lidah dan bibirnya adalah pesan cinta yang ingin ia sampaikan. Dan ia ingin tahu bagaimana suaminya menanggapi pesan cintanya itu.Tangisan seorang istri itu memiliki sekian banyak makna, bisa karena sedih, bisa karena marah, bisa karena terharu dan bahagia. Ia senang jika suaminya bersabar untuk mengenal setiap jenis air mata yang metetes dari matanya.Pengertian ini menjadi inti dan landasan segala sikap menyenangkan yang mungkin dilakukan seorang suami terhadap istrinya.

2. Setia
Kesetiaan adalah syarat utama cinta sejati. Seorang istri ingin cinta suami itu hanya untuknya. Karenanya kecemburuan adalah bagian dari cinta. Sapaan sayang di tengah kesibukan, walaupun hanya satu dua menit kata-kata yang disampaikan lewat telepon, walaupun hanya satu dua kalimat SMS, akan menjadi pengokoh kepercayaan. Hadiah yang diberikan: martabak kesukaannya, seikat bunga, atau sebuah jam tangan yang manis akan menguatkan cinta. Dan mengingat hari ulang tahun serta hari pernikahan akan menjadi bukti kesetiaan suami yang disukai seorang istri.Tapi seorang istri yang baik akan mengatakan, "Jangan karena takut kepadaku, kakanda bersikap setia. Karena Allah Maha Melihat. Itu yang mesti menjadi landasan kesetiaan."

3. Sabar dan Pemaaf
Seorang istri akan amat bersyukur jika suaminya mau menerima dirinya apa adanya. Suaminya mampu memaafkan dan bersabar atas kekurangan yang ada pada dirinya. Ia butuh waktu untuk membina dirinya. Ia bahkan butuh waktu untuk memahami dirinya sendiri, ketika satu ketika ia tidak menjadi dirinya sendiri.Seorang istri perlu mendapatkan nasihat, akan tetapi itu dilakukan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

Ini seperti pesan Ilahi: "Kemudian keadaan orang beriman itu adalah saling menasihati dalam kesabaran dan dalam kasih sayang." (QS. al-Balad); "Dan jika kalian memaafkan, tidak memarahi, dan mengampuni mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang." (QS. at-Taghabun)

4. Teguh Hati dan Bersemangat
Seorang istri senang melihat suaminya senantiasa berteguh hati dan bersemangat dalam menyelesaikan berbagai tugas dan amanah. Ia senang suaminya dapat senantiasa prima menunaikan tugas-tugas di luar rumah dan sekaligus membantu menyelesaikan permasalahan di rumah. Karenanya seorang istri senang melihat suaminya akrab bercengkrama, bermain dengan anak-anaknya. Dan saat suami sesekali memasak untuk keluarga, ada sentuhan hangat menyentuh relung jiwa seorang istri.Bagaimana jika suaminya berada dalam kondisi bete atau kehilangan semangat? Seorang istri akan menerima keadaan ini asalkan ia melihat suaminya berusaha keras untuk melepaskan diri dari keadaan lemah ini. Ia bahkan akan memberikan bantuan dan doa terbaik bagi suaminya.

5. Romantis
Seorang istri senang jika suaminya mampu memperlihatkan dan mengekspresikan cinta dan kasih sayang. Ia senang mendapati suaminya membangun suasana kondusif kasih sayang di rumah. Ia senang jika suaminya romantis.Diantara ungkapan cinta suami-istri adalah dalam hubungan intim. Seorang istri senang jika suaminya memberikan kesenangan dan kepuasan pada salah satu kebutuhan cinta ini. Ia akan terbuka menyampaikan apa yang ia sukai, ketika suaminya mampu membuka percakapan dalam masalah ini secara tepat dan penuh kelembutan (tenderly).


6. Rapi dan Wangi
Seorang istri suka suaminya rapi. Rapi menata rambut dan rapi berpakaian, bahkan dalam suasana santai. Kerapian yang disukai adalah kerapian yang alami dan melekat dalam kehidupan suami.Sikap suami yang kooperatif dalam menjaga kerapian rumah juga disukai seorang istri. Karenanya ketika seorang suami berinisiatif menyapu ruang tengah, membersihkan kompor di dapur, atau membersihkan kamar tidur dengan membongkar tempat tidur secara rutin ... pada semuanya ada apresiasi dari seorang istri.Rapi, bersih dan wangi pada seorang suami membuat istrinya senang. Seorang suami bisa meminta istrinya memilihkan minyak wangi baginya. Ia akan terbantu menyempurnakan penampilan bagi istrinya.

7. Ceria dan Ramah
Senyum ceria dan keramahan amat dihajatkan seorang istri. Senyum dan keramahan itu laksana angin sejuk di tengah berbagai kelelahan dirinya. Berbagai kesibukan membuat jiwanya lelah. Interaksi dengan anak-anak di rumah itu bukan pekerjaan ringan. Segenap potensi kejiwaan dan pikiran mesti ia curahkan. Kelelahan fisik pun tidak ringan. Perhatikanlah, ia mesti terus memperhatikan anaknya yang terus bergerak kesana kemari, bereksplorasi ketika mulai bisa merangkak. Dan saat si anak lelah tertidur, ia mesti bersiap-siap memasak dan merapikan rumah bagi suaminya yang sebentar lagi pulang ...Senyum dan sapaan sayang suami akan menjadi hiburan jiwa bagi sang istri. Sikap humoris juga amat membantu seorang istri untuk selalu menjaga suasana riang hatinya. Ini semua akan membantunya untuk terus bersabar dan ikhlas dalam menunaikan tugas-tugasnya.

8. Menjadi Pemimpin yang Melindungi
Istri membutuhkan perlindungan yang membuatnya senantiasa merasa tentram. Karenanya ia menyukai sifat kepemimpinan pada suaminya. Kepemimpinan yang ia harapkan adalah yang senantiasa menentramkan jiwanya, mengokohkan ruhaninya, memberikan pencerahan demi pencerahan pada akalnya dan membantu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya.

Kepemimpinan yang ia sukai adalah yang memadukan ketegasan dan kelembutan. Yang menebarkan cinta, bukan membuat takut. Yang mengedepankan kemauan baik, bukan senantiasa menggunakan otoritas (misalnya dengan selalu menggunakan kalimat "suami kan pemimpin rumah tangga, jadi mesti taat donk"). Yang betul-betul menjadi pemimpin, bukan menjadi boss.

Adi Junjunan Mustafa: bagi yang datang terlambat, silakan mengakses link ini untuk materi barusan

Adi Junjunan Mustafa: http://adijm.multiply.com/journal/item/164
Adi Junjunan Mustafa: http://adijm.multiply.com/journal/item/155
Adi Junjunan Mustafa: http://adijm.multiply.com/journal/item/169

Adi Junjunan Mustafa: jurnal ke 164 adalah kajian utamanya
Adi Junjunan Mustafa: sekian

Sabtu, 24 Februari 2007

ISLAM

Kategori: Tauhid
Sumber: Prinsip Dasar Islam, Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka At-Taqwa.

Coba lihat kembali KTP masing-masing. Baca bagian agama, tertulis 'Islam'. Lalu tanyakan pada diri masing-masing, sebenarnya apa yang dimaksud Islam itu. Mungkin ada yang dengan yakin dapat menjawabnya, ada yang ragu, ada yang nyeleneh saja.
"Islam adalah agamaku. Titik."
"Islam adalah satu-satunya agama yang benar dan sempurna."
"Islam adalah agama dari Allah untuk manusia yang diturunkan melalui Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wassalam."
"Islam adalah mengakui Allah sebagai Tuhan dan Muhammad Shalallahu'alaihi wassalam sebagai Rasululllah dan Nabi terakhir."



^_^ Semuanya benar tuh. Lebih jelas lagi mengenai pengertian Islam. Secara Etimologi, Islam berarti tunduk, patuh, atau berserah diri.

Secara syari'at, Islam memiliki dua pengertian:

1. Bila tanpa diiringi dengan Iman, berarti mengakui dengan lisan, meyakini dengan hati dan berserah diri kepada Allah SWT atas semua yang telah ditentukan dan ditakdirkan.

2. Bila diiringi dengan Iman, berarti perkataan dan amal-amal lahiriah yang dengannya terjaga diri dan hartanya, baik dia meyakini Islam atau tidak. Sedangkan kata Iman berkaitan dengan amal hati.

Seseorang yang telah meyakini bahwa agama yang dianutnya adalah Islam, dirinya harus benar-benar komitmen terhadap pilihannya itu dengan cara mengikuti segala ajaran di dalamnya. Belum sempurna dikatakan Penganut Agama Islam bila tidak berkemauan keras untuk mempelajari Islam, mengamalkannya, hingga mengajarkan ilmunya pada orang lain. Masa sih mengaku Islam tapi shalat aja masih enggan.... ??

Islam memiliki tingkatan, yaitu:

a. Islam memiliki 5 rukun:
1. Mengucap kalimat dua syahadat;
2. Menegakkan shalat;
3. Membayar zakat;
4. Puasa di Bulan Ramadhan;
5. Menunaikan haji ke Baitullah bagi yang mampu menuju ke sana.

b. Iman, mencakup perkataan dan perbuatan, yaitu meyakini dengan hati, mengikrarkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan, dapat bertambah dengan kebaikan dan dapat berkurang dengan sebab perbuatan dosa dan maksiat. Memiliki 6 rukun:
1. Iman kepada Allah SWT;
2. Iman kepada malaikat-malaikat-Nya;
3. Iman kepada kitab-kitab-Nya;
4. Iman kepada rasul-rasul-Nya;
5. Iman kepada Hari Akhir;
6. Iman kepada takdir yang baik dan buruk.

3. Ihsan, memiliki satu rukun, yaitu engkau beribadah kepada Allah SWT seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.
Allah berfirman:
"... Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agama bagimu.." (QS Al-Maaidah: 3)
Berdasarkan ayat di atas, telah dinyatakan bahwa Agama Islam ini telah sempurna. Tak ada kekurangan di dalamnya. Tak perlu dan tak boleh ada penambahan di sana sini. Tindakan-tindakan penambahan dalam Islam (bid'ah) mencerminkan sebuah keyakinan bahwa agama ini belumlah sempurna. Kewajiban para ummat Islam adalah ittiba' (mengikuti).

Setelah Agama Islam diturunkan secara sempurna, maka sempurnalah nikmat dari Allah SWT. Kewajiban para Ummat Islam adalah bersyukur atas nikmat itu dengan bersungguh-sungguh melakukan ibadah sesuai dengan apa yang telah Rasulullah SAW ajarkan, berdasarkan Al-Quran, dan As-Sunnah (hadist). Beribadah dengan sebaik-baiknya.

Wallahu'alam...

Nah, sudahkah tindakan kita sehari-hari mencerminkan diri kita sebagai seorang Islam, sesuai dengan KTP itu? ^_^

Minggu, 04 Februari 2007

Valentine = Aku Sayang Padamu ??

Kategori: akidah
Sumber: -

"Han, kemarin aku melihat bantal bentuk love yang cantik banget. Warnanya nge-pink pula," ucap Mira pada Hani, teman sebangkunya yang baru.

"Terus?" Sedikitpun Hani tak tertarik dengan ucapan Mira.

"Kalau saja ada cowok yang memberikan kado itu padaku. Di hari valentine pula.... Romantis banget ya."

Hani kaget mendengar pengakuan Mira. "Hey, emang valentine tuh apa?"

Dengan penuh keyakinan Mira menjawab, "hari kasih sayang."


"Kasih sayang apaan?"

"Duh Hani, emang di kotamu dulu ga ada valentine? Udik juga ya. Hehehehe."

"Oh jadi, selain hari valentine itu kita ga boleh menunjukkan kasih sayang, gitu? Maklumlah Mir, aku kan emang dari udik. Kasih tau lagi dong tentang valentine itu." Hani menjadi penasaran dengan Hari Valentine itu. Hal yang membuatnya penasaran adalah namanya yang berbau kebarat-baratan. Ia takut kalau valentine adalah sebuah budaya atau bahkan perayaan yang diambil dari agama lain.

"Aduh sayang, itu aja deh yang aku tau."

"Yah, ga lengkap," jawab Hani. Hani memang termasuk gadis yang cukup kritis. Ia tidak akan mau menerima sesuatu secara mentah tanpa mencari tau, mencari ilmu tentang hal itu. Kemudian Hani mempunyai ide, "gimana kalau nanti kita ke warnet, kita cari tau tentang valentine yang kamu elu-elukan itu."

"Wah, dasar kamu Han, peneliti cilik. Tapi, baiklah. Kalau sudah jelas, nanti kita sama-sama merayakan valentine ya, tukaran kado."

"InsyaAllah," jawab Hani dengan mantap.
Allah berfirman, yang artinya “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabnya.” (QS: Al Isro’: 36)

***

Sejarah Valentine

Valentine adalah nama seseorang pemimpin agama Katolik yang telah dianggap menjadi martir -Islam : Syuhada- oleh orang-orang Kristen (katolik) dan Valentine telah diberi gelar sebagai orang suci (Santo) oleh orang-orang Kristen.

Kisahnya bermula ketika raja Claudius II (268 - 270 M) mempunyai kebijakan yang melarang prajurit-prajurit-nya untuk menikah. Menurut raja Claudius II, bahwa dengan tidak menikah maka para prajurit akan agresif dan potensial dalam berperang.

Kebijakan ini ditentang oleh Santo Valentine dan Santo Marius, mereka berdua secara diam-diam tetap menikahkan para parujurit dan muda-mudi, lama-kelamaan tindakan mereka diketahui oleh raja Claudius, sang rajapun marah dan memutuskan untuk memberikan sangsi kepada Valentine dan santo Marius yaitu berupa hukuman mati.

Sebelum dihukum mati, Santo Valentine dan Santo Marius dipenjarakan dahulu, dalam penjara Valentine berkenalan dengan seorang gadis anak sipir penjara, kemudian gadis ini setia menjenguk valentine hingga menjelang kematian Valentine. Sebelum Valentine dihukum mati, Valentine masih sempat menulis pesan kepada gadis kenalannya, yang isinya :

' From Your Valentine '

Setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, orang-orang selalu mengingat kedua santo tersebut dan merayakannya sebagai bentuk ekspresi cinta kasih Valentine, dua-ratus tahun kemudian yaitu tahun 496 Masehi setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, Paus Galasius meresmikan tanggal 14 Pebruari 496 sebagai hari Velentine.

Itulah sejarah hari Valentine yang ternyata untuk mengenang dan memperingati dua orang suci Kristen Katolik yang mengorbankan jiwanya demi kasih sayang.

Ada versi lain tentang sejarah Valentine, yaitu pada masa Romawi Kuno, tanggal 14 Pebruari merupakan hari raya untuk memperingati dewi Juno, dewi Juno adalah ratu dari segala dewa dan dewi, orang-orang Romawi kuno juga meyakini bahwa dewi Juno adalah dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan ?dewi cinta.

Pada tanggal 14 Pebruari orang-orang Romawi kuno mengadakan perayaan untuk memperingati Dewi Juno dengan cara memisahkan kaum laki-laki dan perempuan. Nama-nama remaja perempuan ditulis pada potongan kertas lalu digulung dan dimasukkan ke dalam botol, setelah itu para laki-laki mengambil satu kertas sebagai, setiap laki-laki akan mendapatkan pasangan sesuai nama yang didapat dalam undian tersebut, bila kemudian mereka ada kecocokan maka mereka akan melangsungkan pernikahan dihari-hari berikutnya.

Valentine dan Barat

Pada abad ke 16 Masehi, perayaan Valentine yang semula merupakan ritual milik agama Kristen Katolik telah berangsur-angsur bergeser, yang semula untuk memperingati kematian santo Valentine dan Marius telah bergeser menjadi hari ?Jamuan Kasih Sayang? yang disebut sebagai ?Supercalis? seperti yang dirayakan oleh bangsa Romawi Kuno pada tiap tanggal 15 Pebruari.

Sedangkan pada abad pertengahan di dalam bahasa Perancis-Normandia terdapat kata ?Galentine? yang berasal dari kata Galant yang berarti cinta, persamaan bunyi antara Galentine dan Valentine disinyalir telah memberikan ide kepada orang-orang Eropa bahwa sebaiknya pada tanggal 14 Pebruari digunakan untuk mencari pasangan. Dan kini Valentine telah tersinkretisasi dengan peradaban Barat.

Valentine telah menjadi bentuk pesta hura-hura, simbol modernitas, sekedar simbol cinta, dan sudah mulai bernuansa pergaulan bebas dan seks bebas.

Banyak para muda-mudi yang mengadakan pesta Valentine hanya karena ikut-ikutan supaya tidak dibilang ketinggalan zaman atau tidak gaul, orang yang ikut-ikutan pesta valentine seakanakan telah menyandang predikat sebagai orang yang modern dan maju, padahal dia tidak tahu apa-apa tentang sejarah Valentine dan Valentine itu sendiri, padahal Valentine sendiri bukanlah hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi.

Tentu saja Barat adalah yang paling diuntungkan dengan hiruk-pikuk pesta Valentine, karena di dalam pesta valentine orang didukung untuk hura-hura, mencari cinta sesaat dan instan, seks bebas, glamour yang semuanya itu mengarah ke peradaban Barat.

***

"Mira, sudah baca artikelnya," tanya Hani pada Mira. Hani cukup terkejut setelah membaca sejarah asli perayaan Valentine.

"Sudah Hen," Mira juga terkejut dengan apa yang dibacanya.

"Ternyata itulah sejarah dari valentine. Kalau sudah tau begini, terus terang aku tak akan mau merayakannya," ucap Hani dengan mantap.

"Tapi kenapa? Perayaan ini kan sudah mendunia, jadi bukan cuma perayaan bagi Kristen saja." Untuk hal ini, Mira masih bingung karena masih kurang ilmunya.

"itu salah sayang. Perilaku kitalah yang membuat perayaan itu menjadi tersamar. Sudah sepatutnya kita harus mampu memisahkan diri dari segala perbuatan yang menyamakan kita kepada mereka. Ingat, kita harus mampu! Kalau kita tetap saja mengatakan hal itu tak mengapa, maka akan banyak lagi budaya-budaya baru bahkan perayaan keagamaan mereka yang kita sadur. Lalu, apa yang tertinggal pada kita selain kita akhirnya menjadi satu dan sama dengan mereka? Demi Allah, aku tidak akan mengubah keimananku dan akidahku dengan hal seperti ini."

"Sejauh itukah," Mira merenung sebentar, "tapi aku setuju dengan apa yang Hani katakan. Masuk akal juga. Kalau bukan kita lalu siapa lagi? Sudah terlalu jauh kita menempatkan diri menjadi golongan pengikut."

"Yah, benar. Seharusnya sejak kita yakin bahwa Islam adalah agama yang benar, maka hindarkan diri dari hal-hal yang jelas-jelas tidak diajarkan dalam Islam."

"Huaaaah.....," Mira terisak, "jadi, selama ini aku salah......"

"Istighfar sayang."

"Alhamdulillah, aku punya sahabat baru sepertimu, Hani."

***

Allah SWT telah mengingatkan kita tentang hal ini dalam firmannya, "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu, sehingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, 'Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya'." (QS. Al-Baqarah : 120)

Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa bertasyabuh (menyerupai) suatu kaum, ia termasuk mereka." (HR Ahmad, Abu Daud; dishahihkan Ibnu Hibban)

Hadist lainnya, "Bedakan diri kalian dari orang-orang Musyrik." (HR. Bukhari-Muslim)

Selasa, 30 Januari 2007

Bertetangga

Kategori: Fiqh
Sumber: berbagai sumber

"Engkau adalah pakaianku dan kehormatan tetanggaku
Dan wajib bagiku untuk menjaga tetanggaku
Sesungguhnya tetangga jika jauh dari mata
Apa yang ditinggal dan dirahasiakan harus dijaga
Aku tak peduli apakah pintu ada tirai
Yang menjurai atau bahkan tanpa tirai."
Dari Abdullah bin Amr ra bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Tidak akan datang kiamat sehingga banyak perbuatan dan perkataan keji, pemutusan hubungan silaturrahmi, dan sikap yang buruk dalam bertetangga". [HR Imam Ahmad dan Hakim]
Sikap buruk dalam bertetangga termasuk dalam sebagian kecil Tanda-Tanda Kiamat Shugro, yang dimaksud dengan tanda-tanda kiamat shugro (kecil) ialah tanda-tandanya yang kecil, bukan kiamatnya. Tanda-tanda ini terjadi mendahului hari kiamat dalam masa yang cukup panjang dan merupakan berbagai kejadian yang biasa terjadi. Seperti, terangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, merajalelanya minuman keras, perzinaan, riba dan sejenisnya.

Yang dinamakan tetangga mencakup seorang muslim dan seorang kafir, seorang ahli ibadah dan seorang fasik, teman dan musuh, orang asing dan orang senegri, orang yang bisa memberi manfaat dan orang yang memberi madharat, orang dekat dan orang jauh serta yang paling dekat dengan rumahnya dan paling jauh.

Menurut Ali bin Abi Thalib, batasan tetangga adalah: 'Siapa saja yang mendengar panggilan, maka dia adalah tetangga masjid'. Sekelompok manusia berpendapat :'Barangsiapa tinggal bersama seseorang disuatu tempat atau kota, maka dia adalah tetangga.

Adapun sikap buruk dalam bertetangga, maka hal ini juga telah terjadi. Berapa banyak tetangga yang tidak kenal tetangga sebelah rumahnya, tidak pernah mengamati keadaannya agar ia dapat memberinya bantuan dan pertolongan jika tetangga itu membutuhkan pertolongannya. Bahkan tidak jarang seorang tetangga tidak mencegah tangannya berbuat buruk terhadap tetangganya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang seseorang mengganggu dan menyakiti tetangganya dengan sabdanya.
"Artinya : Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka tidak boleh ia menggangu tetangganya". [HR Muslim].
Dan sebaliknya beliau menyuruh berbuat baik kepada tetangga dengan sabdanya.

"Artinya : Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya". [HR Muslim].
Dan sabda beliau lagi.

"Artinya : Malaikat Jibril senantiasa berpesan kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga sehingga aku mengira bahwa seorang tetangga akan menjadi ahli waris bagi tetangganya". [HR Muslim]
Beberapa hak tetangga:

1. Jangan kau sakiti dirinya
Rasulullah saw bersabda. "Barangsiapa beriman kepada Allah dari Hari Akhir, maka jangan menyakiti tetangganya." [Mutaffaq Alaih: HR Ahmad dan Muslim]

2. Berbuat baiklah kepada mereka
Rasulullah saw bersabda, "... dan berbuat baiklah kepada tetanggamu maka kamu akan menjadi muslim." [Ibnu Majjah]

Allah SWT berfirman, "Tetangga dekat dan tetangga yang jauh." [QS An-Nissa : 36]

3. Bersikaplah dermawan dengan memberikan kebaikan kepadanya serta berikan mereka hadiah.
Rasulullah memberikan rambu-rambu dalam memberikan hadiah agar didahulukan orang yang paling dekat pintunya dari rumah. Hal ini pernah ditanyakan pada Rasulullah SAW dan beliau menjawab, "Berilah hadiah kepada yang paling dekat pintunya." [Mutaffaq Alaih]

4. Hormati dan hargai mereka
Rasulullah SAW bersabda, "Salah seorang dari kalian jangan sekali-kali melarang tetangganya meletakkan kayu di dinding rumahnya." [Mutaffaq Alaih]

Rasulullah juga bersabda, "Barangsiapa mempunyai kebun bersama teangganya, atau mitra maka ia tidak boleh menjualnya hingga ia bermusyawarah dengannya." [Mutaffaq Alaih]

5. Sabar terhadap tetangga
Menghadapi tetangga yang buruk sudah menjadi keharusan bagi kita untuk berlaku sabar dalam menghadapinya. Hal ini akan menyebabkan diri kita dicintai Allah SWT.

Dari Abu Dzar berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tiga golongan yang Allah mencintai mereka... Seseorang yang memiliki tetangga, dia disakiti oleh tetangganya kemudian bersabar atas gangguan tersebut sampai keduanya dipisahkan oleh kematian atau sekedup." [HR Imam Ahmad]

Hubungan terhadap tetangga harus terjalin baik dan akrab. Akan tetapi akibat hubungan dengan tetangga yang akrab itu, tidak berarti tidak beresiko. Tetangga menjadi tau masalah yang harusnya merupakan rahasia keluarga. Hal ini dapat terjadi karena:

- Mereka mendengar sendiri keluhan yang diucapkan;
- istri atau suami sendiri yang secara sengaja mengadu masalahnya kepada tetangga dengan maksud musyawarah;
- bisa jadi suami atau istri merasa lebih tengan mengadu pada tetangga agar permasalahan tidak bocor pada keluarga.

Untuk ini, ada beberapa adab dalam bertetangga:

1. Menyembunyikan aib keluarga yang ada. Jangan sebarkan.
Janganlah bebas mengumbar cacat (aib) yang ada, apalagi kekurangan salah satu pasangan

2. Berusaha melakukan islah (mendamaikan) antara pasutri yang sedang bertikai.
Islah yang dilakukan dengan cara mendengarkan penuturan dari kedua belah pihak kemudian dicari titik temunya. Ini memunjukkan boleh mengadu persoalan pribadi kepada tetangga bila tetangga tersebut dipandang memiliki pemikiran yang baik.

3. Tetangga tidak boleh menghasut suami atau istri.

Ibnu Abdil-Barr berkata : "Ada tiga hal yang jika ada pada seseorang, maka tidak diragukan lagi akal dan keutamaannya : jika dia dipuji oleh tetangga, kerabat dan temannya.

Syair Islami yang menunjukkan bagaimana indahnya hubungan bertetengga itu:

"Kutundukkan pandanganku di kala muncul tetangga wanita.
Hingga tetangga wanita terlindungi oleh rumahnya".

Wallahu'alam...
---
Rujukan:
- Ensiklopedia Muslim, Abu Bakr Jahr Al-Zazain; Darul Falah Oktober 2000
- Problem Suami Istri dan Penyelesaiannya secara Islami; At-Tibyan Desember 1998
- Majalah As-Sunnah Edisi 11/!V/1422H/2000M
- Etika Bertetangga, karya Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid, alih bahasa Arif Mufi MF; Yayasan Al-Madinah - Surakarta
- Asyraus Sa'ah FasalTanda-Tanda Kiamat Kecil oleh Yusuf bin Abdullah bin Ysusf Al-Wabil MA, edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat hal. 125-127 terbitan Pustaka mantiq, penerjemah Drs A'ad yasin dan Drs Zaini Munir Fadholi

Kamis, 25 Januari 2007

Apa Yang Membuat Seorang Istri Menarik


Apa Yang Membuat Seorang Istri Menarik

Pemateri: Ust. Adi JM (id: adijm2001)

*disampaikan di Kajian Muslimah Online, Kamis, 25 Jan 2007

Apa yang membuat seorang istri menarik, hingga suami makin menyenangi dan mengaguminya? Karena interaksi dengan istri sudah menjadi keseharian dan hal rutin, seringkali seorang suami sulit menjawab pertanyaan itu. From a distance, mungkin sifat dan sikap menarik dan menyenangkan dari istri bisa diurai.

Kenapa saya pilih kata menarik instead of cantik? Cantik fisik itu relatif. Parameter-parameter pembangun kecantikan itu masih debatable. Terlebih lagi cantik fisik itu adalah daya tarik instant. Ia bisa menjadi daya tarik melenakan pada pandangan pertama dan pada interval waktu awal, tapi belum tentu pesona yang sama bisa dirasakan melalui interaksi pada jangka waktu yang panjang.

Menarik itu terbangun dari keutuhan kepribadian. Berbagai dimensi kecerdasan berpadu membangun kemenarikan (attractiveness), mulai dari kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional hingga kecerdasan spiritual dan kecerdasan religius. Maka kemenarikan seorang istri paling tidak tercermin dan menampak pada delapan pasangan karakter kunci di bawah ini:

1. Ramah dan murah senyum

Keramahan dan murah senyum itu menjadi daya tarik universal. Ia menjadi salah satu kunci sukses seseorang, sebab dengannya ia mudah diterima orang lain. Dan ini menjadi faktor penting dalam berbagai kerja sosial dan profesional.

Dan senyum adalah pancaran suasana hati. Murah senyum dan ramah itu bukan tampilan sesaat. Ia adalah cerminan kepribadian. Dengan senyuman istri, seorang suami mendapatkan ketentraman dan kehangatan jiwa. Setiap kali ia mendapatkan senyuman sang istri, terbitlah suasana "kemarilah, di sini aku selalu ada untukmu" menghiasi relung jiwanya.

2. Optimis dan ceria
Masalah itu untuk dipecahkan dan jangan membuat kita berdiam diri. Percayalah, kalau kita bergerak dan berusaha, kita akan menemukan jalan keluar. Kalimat-kalimat barusan itu normatif. Tapi ketika ucapan-ucapan itu keluar dari seorang istri dan ketika hal itu diucapkan dengan penuh rasa optimis dan dibarengi keceriaan, yakinlah seorang suami bahwa ia memperoleh anugerah terindah dalam hidupnya.

Seorang yang optimis itu tak akan berdiam diri dalam himpitan masalah. Ia akan mengurai masalah. Ia akan kerjakan apa yang bisa dikerjakan terlebih dahulu, tanpa menunda-nunda. Dan justru karena sikap melekat seperti ini, ia tak pernah mendapatkan dirinya menunggu himpitan segunung masalah. Setiap ada permasalahan hidup, ia cepat menyelesaikannya. Karena geraknya ini, setiap kali menyelesaikan satu pekerjaan, sekecil apapun, ia mendapatkan kesenangan jiwa. Dan karenanya sikap ceria selalu bisa dipelihara.


3. Penyabar dan teguh hati
Bangunan rumah tangga itu ibarat bahtera yang berlayar mengarungi samudra. Adakalanya cuaca buruk melanda lautan. Angin dan ombak kencang menerpa. Pada saat itu terujilah sifat sabar dan teguh hati.

Seorang suami akan sangat bersyukur dengan kesabaran dan keteguhan hati istrinya ketika menghadapi berbagai kesulitan hidup. Hari-hari ketika persediaan uang bahkan tak mencukupi untuk hidup sehari, ketika mesti bekerja keras karena memang tak ada dana untuk menggaji seorang pembantu, ketika mesti berjalan cukup jauh mengantar anak bersekolah dengan mendorong baby-car adiknya pula. Atau ketika hadir suara-suara,"Bagaimana mungkin kamu bersabar dengan kondisi begini? Sekali-kali berontak donk sama suami ...." Ketika itu kesabaran dan keteguhan seorang istri dalam menjalani episode kehidupan diuji.

Tentu keteguhan hati itu lahir dari saling pengertian dan keyakinan, bahwa suami tak berdiam diri dengan kondisi yang ada. Tapi landasan utama keteguhan ini adalah pada keyakinan, bahwa Allah tak meninggalkan hambaNya. Dia akan menolong saat upaya kita sudah sampai pada batasnya; Saat kita berserah diri di ujung segala harapan dan hanya menggantungkan diri padaNya.

4. Penyayang dan pemaaf
Manusia tak ada yang terbebas dan kekhilafan dan kekeliruan. Begitu juga seorang suami terhadap istrinya. Bahkan di hadapan istrinya, hampir semua ketidaksempurnaan yang dapat ia tutupi di luar rumah, akan terbuka.

Sifat penyayang dan pemaaf amat diperlukan seorang suami, dihadapkan pada segala kelemahan dirinya. Pengertian istri sungguh menjadi sesuatu yang amat dihajatkan. Dengan ini seorang suami terhindar dari keputusasaan dan blaming himself too far, menyalahkan diri sendiri terlalu jauh. Dengan ini seorang suami tetap bisa terjaga harga diri dan sikap optimisnya.

Penyayang dan pemaaf juga nampak pada keseharian istri dalam mendidik anak-anak. Suami akan senang melihat anak-anak tumbuh dalam suasana kasih sayang. Pemaafan atas kesalahan anak-anak bukan untuk mentolerir kesalahan itu, tapi untuk memberikan kesempatan kepada mereka belajar dari kesalahannya.

Penyayang juga menjadi karakter yang muncul saat istri berinterkasi dengan orang tua dan kerabat suaminya. Pernikahan itu menyatukan dua bani. Dan ketika suami mendapatkan istrinya menerima dan diterima dengan baik dan bahkan menjadi kesayangan orang tua dan karib kerabatnya, sungguh ia merasakan rasa senang tiada tara.


5. Empatif dan ringan tangan
Bekerja sama dan saling menolong dalam kehidupan rumah tangga menjadi tuntutan mendasar. Adapun sifat empatif dan ringan tangan dalam menolong di sini lebih ditekankan pada karakter seorang istri bagi masyarakat di sekelilingnya.

Sebuah rumah tangga menjadi bagian dari satu masyarakat. Keharmonisan satu keluarga dalam menempatkan diri di tengah masyarakat menjadi satu kepuasan batin dan kebahagiaan tersendiri. Ketika seorang istri menunjukkan sikap empatif dan banyak memberikan pertolongan kepada orang-orang di sekeliling rumah, seorang suami akan mendapatkan pesona sosial pada istrinya.

Selain itu, seorang istri yang memberikan perhatian terhadap masyarakat sekelilingnya justru akan semakin bersikap dewasa dalam mengatasi permasalahan rumah tangganya. Ini menjadikan suasana komunikasi dengan suaminya di rumah lebih seimbang dan menentramkan.

6. Aktif dan produktif
Pesona sosial pada seorang istri lebih dirasakan suaminya, ketika ia memberikan kontribusi lebih sistematis kepada masyarakatnya. Tidak menjadi masalah pada bidang apa kontribusi ini dicurahkan, pada pendidikan, kesehatan, perekonomian, kesejahteraan, atau beberapa sektor industri. Yang pasti keaktifan dan produktifitas seorang istri bagi masyarakatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi suami.

Produktifitas ini tentu saja tidak mesti identik pada jauh meninggalkan urusan rumah tangga. Saya sendiri melihat, basis dari segala aktifitas sosial seorang istri itu adalah bagaimana ia menjadi aktifis yang memiliki visi terbangunnya keluarga-keluarga yang sehat, cerdas dan sejahtera.

Untuk mewujudkan visi di atas dibutuhkan dukungan segenap instrument sosial-kemasyarakatan dan kenegaraan, mulai dari peraturan perundangan yang digodok di lembaga legislatif, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan lembaga pendidikan dan riset, konsep dan kebijakan yang dibuat eksekutif, aktifitas pemberdayaan masyarakat yang dipelopori LSM-LSM (NGOs) dan gerakan sosial lainnya hingga wujud materi peradaban seperti sekolah-sekolah, klinik hingga rumah sakit, industri farmasi penopang kesehatan, industri pemasok makanan bergizi, industri telekomunikasi yang memfasilitasi dan menyajikan informasi yang baik dan mencerdaskan, dan lain-lain.

Karenanya terbuka seribu satu medan bagi para istri untuk berkiprah, mulai dari ruang lingkup rukun tangga (RT), rukun warga (RW) hingga lingkup negara dan bahkan dunia.


7. Cerdas dan kreatif
Kepribadian seorang manusia itu terus berkembang dan tumbuh menuju kematangan tatkala proses belajar terus menyertainya. Dari waktu ke waktu istri pembelajar akan selalu menghadirkan kemenarikan yang baru. Satu hari tiba-tiba dia memasak kue bolu amat lezat, yang belum pernah disajikan kepada keluarganya. Di kesempatan lain dia mengisahkan baru lulus kursus Qiraati -satu metoda belajar membaca al-Quran-, karena memang dibutuhkan untuk menyertai perkembangan salah satu sisi pendidikan anak-anak. Atau ketika dia mengikuti kegiatan senam kebugaran dengan tekun, yang memang membuat tubuhnya bugar dan menambah vitalitas hubungan dengan suaminya.

Kecerdasan itu bergabung dengan kreatifitas dan berjalan seiring. Kreatifitas dalam mengelola rumah tangga menjadi pesona tiada batas bagi pasangan suami-istri. Dengan daya kreatif ini, segala masalah bisa dihadapi secara cerdas dan tepat.

8. Tekun dan ikhlas beribadah
Puncak dan sekaligus landasan bagi segala daya tarik seorang istri adalah pada ketekunannya menjalankan ibadah dan mengikhlaskan segala cinta, aktifitas dan kerja-kerjanya semata untuk mengharapkan keridhoan Ilahi. Pada karakter ini seorang istri adalah individu yang independent dari siapapun, termasuk dari suaminya. Ia akan menggapai kemuliaan dirinya di hadapan Allah Penguasa Alam Semesta dan di hadapan segenap makhlukNya, termasuk di hadapan suaminya.

***

Khususnya buat para suami, saya rasa cukup relevan menghantarkan bait-bait di bawah dalam konteks kasih sayang suami-istri. Tentu cinta yang kita bangun adalah karenaNya semata ...

To really love a woman,
To understand her,
You've got to know her deep inside ...
Hear every thought,
See every dream,
And give her wings when she wants to fly.
Then when you find yourself lying helpless in her arms ...
You know you really love a woman

Have You Ever Really Loved a Woman by Bryan Adams

http://adijm.multiply.com/journal/item/147

Senin, 22 Januari 2007

Rumah Tangga Islami



Beberapa Ciri Rumah Tangga Islami

Pemateri: Ustz. Vivi (id: hifizahn)

*disampaikan di Kajian Muslimah Online, Senin, 22 Jan 2007

Rumah Tangga Islami merupakan dambaan bagi setiap insan yang menginginkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Sayangnya, banyak orang yang ingin mendapatkan hasil tanpa mau membayar harganya. Membangun rumah tangga islami memerlukan kerja keras dari seluruh anggota keluarga, yang dikomandani oleh suami dan isteri sebagai pemimpin di dalam rumah tangga.

Yang dimaksud dalam rumah tangga Islami adalah :

Rumah tangga yang di dalamnya ditegakkan adab-adab Islam, baik menyangkut individu maupun keseluruhan anggota rumah tangga. Rumah tangga Islami adalah rumah tangga yang didirikan atas landasan ibadah. Mereka bertemu dan berkumpul karena Allah, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, serta saling menyuruh kepada kebaikan dan mencegah keburukan karena cinta mereka kepada Allah.

Konsep ideal ini sepintas sulit untuk diwujudkan, tetapi insya Allah seiring dengan berjalannya proses belajar bagi suami, isteri dan seluruh anggota keluarga, rumah tangga seperti ini akan bisa terwujud.

Berikut ini beberapa ciri rumah tangga Islami:

1. RT didirikan dengan berlandaskan ibadah.

Ini dimulai dari sebelum pernikahan berlangsung, bahkan sejak kedua belah pihak memilih pasangan. Proses yang berlangsung mulai dari memilih pasangan, meminang sampai dengan pernikahan sebaiknya tidak dikotori oleh maksiat kepada Allah. Hal ini sangan berpengaruh dalam membangun rumah tangga yang diliputi dalam suasana ibadah. Dengan berpijak pada ibadah, insya Allah permasalahan apapun akan mudah diselesaikan, karena keduanya tunduk pada aturan Allah.

2. Nilai-nilai islam dapat terinternalisasi secara menyeluruh kepada setiap anggota keluarga.

Peran ayah dan ibu sangat penting untuk menurunkan nilai-ilai islam ini kepaa anak-anak. Oleh karena itu, selain ayah dan ibu harus terus menerus belajar menyerap nilai-nilai islam ini ke dalam sikap dan tingkah lakunya, menjadi kewajiban mereka juga untuk mengajarkan hal ini kepada seluruh anggota keluarga yang lainnya. Termasuk khodimat/asisten rumah tangga. Ayah yang menjadi direktur yang menerapkan kebijakan-kabijakan islami dalam rumah tangga, ibu sebagai manajer yang mencari cara agar kebijakan tersebut bisa diterapkan di rumahtangganya.

3. Hadirnya Qudwah/teladan yang nyata

Hal ini perlu dilakukan oleh pemimpin dalam rumah tangga. Terutama penting bagi anak-anak. Mereka perlu contoh yang nyata dalam menerapkan nilai-nilai islam dalam kehidupan sehari-hari. Inilah kewajiban orang tua yang akan dimintakan pertanggungjawabannya di akhirat nanti.

4. Terbiasa saling tolong menolong dalam menegakkan adab-adab Islam.

Setiap anggota keluarga memiliki kewajiban untuk membiasakan diri saling tolong menolong dalam hal ini. Misalnya memberi nasihat dengan cara yang baik kepada anggota keluarga yang melakukan kesalahan. Mengingatkan untuk sholat atau berdoa sebelum memulai suatu pekerjaan. Juga adab mengucapkan terima kasih / jazaakallah khoiran atas pertolongan setiap anggota baik kepada yang masih kecil maupun yag sudah besar.

5. Rumah terkondisi bagi terlaksananya peraturan Islam.

Dalam hal disain rumah, perlu diperhatikan aturan-aturan khusus yang dapat menjamin terlaksananya adab-adab pergaulan dalam Islam. Misalnya kamar ayah-ibu yang terpisah dengan anak-anak, kamar anak laki-laki yang terpisah dengan kamar anak perempuan.Hal ini untuk menghindari terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam perilaku sang anak. Juga untuk mengajarkan adab-adab pergaulan dengan setiap anggota keluarga.

6. Tercukupinya kebutuhan materi secara wajar

Ini menjadi tanggung jawab sang ayah untuk mencukupi kebutuhan materi untuk membangun keluarga Islami. Bukan hanya sandang, pangan dan papan, tetapi juga sarana pendidikan islami, seperti perpustakaan keluarga, juga bisa tercukupi. Kalau mau yang ideal, termasuk di dalamnya terpenuhinya kebutuhan pendidikan sekolah yang bagus dan bermutu bagi anak-anak.

7. Rumah tangga dihindarkan dari hal-hal yang tidak sesuai dengan semangat islam

Misalnya benda-benda klenik yang dapat merusak aqidah setiap anggota keluarga. Tontonan atau bacaan hiburan yang dapat merusak aqidah dan akhlak anak-anak. Hal ini perlu menjadi perhatian orang tua yang ingin mewujudkan rumah tangga islami.

8. Anggota keluarga terlibat aktif dalam pembinaan masyarakat.

Lingkungan memiliki pengaruh yang besar bagi seluruh anggota keluarga. Bila ayah atau ibu tidak berperan aktif membina masyarakat, dan membiarkan masyarakat melakukan perbutan yang tidak sesuai dengan Islam, kemungkinan besar angota keluarga terlarut dalam kondisi masyarakat tersebut.

9. Rumah Tangga dijaga dari pengaruh yang buruk

Bila hidup ditengah masyarakat yang sangat rusak, dan dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap aqidah dan perilaku anak, sementara upaya perbaikan sudah tidak dapat dilakukan, maka “pindah” menjadi suatu hal yang perlu dipertimbangkan oleh keluarga ini.

10. Masing-masing anggota keluarga harus diposisikan sesuai syariat.

Isteri menghormati suami sebagai pemimpin dan mengambil keputusan. Suami menyayangi dan menghargai siteri dengan cara mengajaknya bermusyawarah atas segala keputusan. Sang adik diajarkan untuk menghormati kakak, sang kakak diajarkan untuk menyayangi adik. Semuanya harus sesuai dengan apa yang diajarkan dalam Islam.Bila ada khodimat, anak-anak diajarkan untuk mengormati khodimat dan menghargai jasanya dalam membantu mengurus rumah tangga.


**sesi tanya-jawab**

#1

ustz_vivi: sudah mbak Yokka?

ukhti_yokka: sudah mbak...jzkl khoir...

ustz_vivi: waiyyakum

ustz_vivi: Oh iya, mohon maaf bagi yang belum menikah ya..

ustz_vivi: wah..itu pembahasannya panjang

ustz_vivi: perlu sesi sendiri nih

ustz_vivi: Tapi sedikit enggak apa-apa

ustz_vivi: untuk muslimah yang sedang dalam persiapan menikah ada 4 persiapan

ustz_vivi: 1. persiapan ruhiyyah, menyadari bahwa menikah itu adalah ibadah

ustz_vivi: maka perlu mulai meningkatkan kesadaran yang tadi itu..kesadaran akan ketundukan kepada semua peraturan Allah

ustz_vivi: terutama yang menyangkut adab-adab berkeluarga

ustz_vivi: 2. Persiapan fikriyyah

ustz_vivi: menyiapkan ilmu tentang pernikahan, sebagai bekal kita sangat penting

ustz_vivi: mislanya, ilmu tentang pergaulan suami siteri

ustz_vivi: ilmu tentang mendidik anak

ustz_vivi: hak dan kewajian dalam keluarga

ustz_vivi: sampai masalah yang sangat pribadi, seperti hubungan seksual

ustz_vivi: banyak orang yang memiliki masalah dalam keluarga ketika bekal fikriyyah ini tidak cukup memadai

ustz_vivi: terutama dalam hal "kehangatan" suami isteri

ustz_vivi: lalu persiapan psikologis

ustz_vivi: siap berbagi kepada orang "asing", terutama yang biasa hidup mandiri..ini sulit

ustz_vivi: siap menghadapi perbedaan-perbedaan antara suami-isteri

ustz_vivi: lamanya berpacaran tidak bisa dijadikan indikator kita sudah mengenal calon pasangan

ustz_vivi: yang penting adalah kedewasaan masing-masing pribadi untuk menerima perbedaan ini

ustz_vivi: ingat, yang penting "kedewasaan"

ustz_vivi: terakhir kesiapan fisik

ustz_vivi: terutama untuk melahirkan dan merawat anak-anak..

ustz_vivi: pengalaman dari orang-orang yang sudah melahirkan anak,a pa lagi yang sudah lebih dari satu

ustz_vivi: kondisi badannya tidak lagi bisa sekuat dahulu seperti sebelum menikah

ustz_vivi: oleh karena itu, sebelum menikah perlu disiapkan kondisi fisiknya agar tidak terlalu lemah setelah melahirkan nanti

ustz_vivi: itu dulu..wallahu a'lam

#2

ustz_vivi: pertanyaannya mbak shanty

ustz_vivi: afwan, pertanyaannya yang tentang menstruasi itu?

ustz_vivi: insya Allah tidak akan mempengaruhi sah atau tidaknya pernikahan mbak shanty

ustz_vivi: rukun nikah itu (tolong koreksi kalau ada yang salah) : ada mempelai laki-laki dan perempuan, 2 orang saksi, wali dari pihak perempuan dan ijab qobul

ustz_vivi:

ustz_vivi: biasanya yang menikah pas haid, setelah nikah masuk masa subur ya

ustz_vivi: semoga lancar aja pernikahannya

#3

ukhti_fita: begini mba .. ptuk point 7 td..

ukhti_fita: Rt terhindar dari hal2 yg tdk sesuai dgn syar'i....

ukhti_fita: bagaimana jika kita sbg seorang ibu ymengiinkan anaknya berprilaku islami sdg kita bekerja...

ukhti_fita: lingkungan slama kita meninggalkannya (bekerja) akan mempengaruhi prilaku, tingkah lakunya...

ukhti_fita: terkadang dari external inilah yg akan membuatnya bingung... kok beda dgn yg diajarkan ummi n abinya ??

ukhti_fita: bagaimana utk menghadapi hal ini... Inilah yg membuat saya terkadang .."cemas"

ustz_vivi: ini masalah yang terjadi pada pasangan mudah sekarang ya..

ustz_vivi: kebutuhan hidup yang semakin meningkat, mau tidak mau harus ditopang oleh suami isteri sekaligus

ustz_vivi: idealnya, meskipun bekerja, sang ibu harus tetap mengikuti kegiatan keseharian anak-anaknya

ustz_vivi: terutama bagi anak yang dibawah usia 5 tahun, karena anak seusia ini menyerap apa pun tanpa ada saringan

ustz_vivi: kalau bisa sambil bekerja, penjaga anak-anak/baby sitternya di ajak atau diminta berada didekat ibu, sehingga meskipun bekerja, bisa sambil mengontrol anak

ustz_vivi: tetapi kalau hal ini tidak mungkin, minimal untuk anak-anak yang sudha berusia 4-5 tahun, mulai diajak berdiskusi

ustz_vivi: tentang apa yang dialakukan seharian

ustz_vivi: di ajak untuk meneliti baik-buruk yang dikerjakannya atau dikerjakan oleh pengasuh

ustz_vivi: untuk anak dibawah itu, minimal menjaga aqidahnya dengan memilihkan pengasuh yang baik yang kita benar-benar tahu kebaikan agamanya

ustz_vivi: kalau tidak salah ada yang menawarkan jasa baby sitter yang memahami nilai-nilai Islam ya? di Jakarta?

ustz_vivi: saya juga tidak tahu banyak kondisi di sana

ustz_vivi: mungkin yang minimal sekali, mencari pengasuh yang tidak buruk akhlaknya, meskipun biasa-biasa saja dalam pemahaman keislamannya

ustz_vivi: tapi sang ibu perlu menyisihkan waktu untuk mengajarkan anak, minimal tentang Allah, mengahfal surat-surat pendek

ustz_vivi: agar anak tidak asing dengan agamanya

#4

ukhti_nora: gmn kalau kita dpt suami yg msh sama2 belajar dan krn kesibukannya dlm kerja jd jauh dari praktek yg sblumnya telah ia laksanakan dg baik

ukhti_nora: amalannya mnyusut gitu?

ustz_vivi: ini fungsi dari point ke 4 tadi mbak

ustz_vivi: 4. Terbiasa saling tolong menolong dalam menegakkan adab-adab Islam.

ustz_vivi: bila sang suami sedang turun semangat beribadahnya, maka isteri berfungsi untuk mengingatkan

ustz_vivi: mendorong dan menjadi teladan

ustz_vivi: sehingga bisa mengimbangi suami

ustz_vivi: lebih baik lagi bila bisa menjadi motivator suami dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya

ustz_vivi: dengan tingkah laku, dengan ajakan yang lembut..biasanya para suami luluh dengan kelembutan seorang isteri ya..

ustz_vivi: kalau mengajak dengan cara yang lembut, insya Allah manut

ustz_vivi: iya..kalau mau kritik suami, jangan dengan kata-kata tegas

ustz_vivi: tapi dengan lembut..kalau perlu diberikan dulu apa maunya..

ustz_vivi: baru minta timbal balik

ustz_vivi: tapi ini cuma salah satu cara..oh iya, untuk peningkatan ruhiyyah..sebenarnya perlu dicari dulu apa penyebab menurunnya ruhiyyah ini

ustz_vivi: kalau terlalu lelah belajar, mungkin perlu rekreasi..(jiwa juga perlu rileks loh..)

ustz_vivi: jarang hadir di majlis ilmu juga salah satu sebab menurunnya ruhiyyah

**

ustz_vivi: di sini sudah maghrib mbak

modi_diana: mba vivi ada pesan2 terakhir?

ustz_vivi: cuma mohon maaf atas segala kesalahan, kebenaran itu datangnya dari Allah dan janganlah kita menjadi orang yang ragu-ragu

ustz_vivi: kesalahan itu datang dari diri saya pribadi, dan saya mohon ampun kepada Allah atas segala kekhilafan

ustz_vivi: wassalamu'alaikum wr.wb

modi_diana: w slm wr wb

Jazakillahu khoiron katsiro ustdz Vivi atas sharing ilmunya hari ini..

Demikian ukhtifillah kajian muslimah hari ini

Jazakumullahu khoiron katsiro kepada semuanya atas kebersamaan kita hari ini

Mari kita tutup kajian hari ini dengan membaca hamdalah, istighfar dan doa akhir majelis.

diana mewakili tim moderator kamus mohon pamit, mohon maaf atas segala kekhilafan

sampai berjumpa kembali dalam kajian muslimah hari kamis besok, insya Allah